Bom Gereja Katedral Makassar Masuk Kategori 'High Explosive', Kapolda Sulsel: Perakit Sangat Paham
Instagram/info_kejadian_makassar
Nasional

Peristiwa ledakan bom di Gereja Katedral Makassar membuat belasan orang jemaat terluka. Menurut penjelasan Kapolda Sulawesi Selatan, bom tersebut masuk kategori high explosive.

WowKeren - Peristiwa ledakan yang diduga kuat sebagai aksi bom bunuh diri menggemparkan kota Makassar, Sulawesi Selatan. Ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 WITA.

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Merdisyam menyatakan bahwa ledakan bom di gereja Katedral Makassar itu punya daya ledak tinggi atau high explosive. "Berdasarkan analisa tim, itu masuk dalam kategori high explosive. Yang merakit ini sangat paham dalam hal kerja-kerja peledakan," ujar Irjen Pol Merdisyam pada awak media, Minggu (28/3).

Irjen Pol Merdisyam menjelaskan bahwa tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabers Polri Cabang Makassar, tim Inafis, Densus 88 Antiteror dan Gegana Brimob Polda Sulawesi Selatan saat ini juga masih terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengusut tuntas peristiwa bom bunuh diri tersebut.


Selain itu, Merdisyam menyebutkan bahwa tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga sedang mendalami dan menyelidiki jaringan kelompok teroris mana yang terlibat dalam kasus bom bunuh diri tersebut. "Teman-teman di lapangan juga masih selidiki jaringan apa yang terlibat dalam bom bunuh diri itu," jelas Merdisyam.

Diketahui sebelumnya peristiwa ledakan terjadi di pintu gerbanga Gereja Katedral Makassar, jalan Kajaolalido, kelurahan Baru, kecamatan Ujung Pandang, kota Makassar, pada Minggu pagi WITA. Tak ayal ledakan tersebut langsung menghebohkan masyarakat sekitarnya. Apalagi gereja tersebut berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar, serta Kantor Balaikota Makassaar hingga membuat aparat pun langsung bergerak untuk mengamankan lokasi.

Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah misa Minggu Palma, awal dari perayaan pekan suci. Kegiatan perayaan pekan suci sendiri merupakan rangkaian satu minggu menjelang paskah untuk merayakan wafatnya Isa Almasih dan kebangkitan Yesus.

Setidaknya ada 14 orang menjadi korban dalam aksi ledakan ini. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengakui bahwa pihaknya masih mendalami terkait jaringan teroris yang terlibat.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait