Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 DIY, Berty Murtiningsih, menjelaskan bahwa 44 warga yang dinyatakan positif dari klaster takziah tersebut dirujuk ke shelter Rumah Susun Gemawang untuk menjalani isolasi.
- Bertilia Puteri
- Senin, 29 Maret 2021 - 17:32 WIB
WowKeren - Klaster virus corona (COVID-19) terbentuk pasca kegiatan takziah (melayat warga meninggal) di Dusun Blekik, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Menurut Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Berty Murtiningsih, belakangan diketahui bahwa tuan rumah kegiatan takziah tersebut positif COVID-19.
"Kasus penularan yang terjadi di Sardonoharjo bermula dari adanya takziah warga ke rumah seorang warga yang meninggal dunia," ungkap Berty pada Senin (29/3). "Ternyata belakangan diketahui tuan rumahnya positif."
Klaster ini bermula dari meninggalnya seorang warga dusun yang meninggal dunia pada 15 Maret 2021 lalu. Namun warga tersebut meninggal dunia bukan karena COVID-19, warga yang lain pun akhirnya takziah ke rumah duka.
Namun beberapa hari kemudian, anak warga yang meninggal tersebut tiba-tiba menunjukkan gejala yang mengarah ke COVID-19. Setelah dilakukan pemeriksaan, sang anak dan sejumlah anggota keluarga lain di rumah duka tersebut dinyatakan positif COVID-19.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman pun melaksanakan tracing kontak erat dengan tes swab antigen. Hasil tracing pertama menunjukkan ada 22 warga yang positif COVID-19.
Dua hari kemudian, 22 warga lainnya kembali dinyatakan positif COVID-19. Berty menjelaskan bahwa 44 warga yang dinyatakan positif dari klaster takziah tersebut dirujuk ke shelter Rumah Susun Gemawang untuk menjalani isolasi.
"Dari 44 orang ini semua juga telah menjalani tes PCR dan tinggal menunggu hasilnya," papar Berty. "Namun, walau statusnya baru positif antigen, perlakuannya tetap sama seperti positif dengan tes PCR."
Di sisi lain, Camat Ngaglik, Subagyo memastikan tidak ada lockdown di pedukuhan tersebut. "Ya bukan lockdown tapi pengetatan kegiatan masyarakat sehingga nanti warga yang isoman tetap betul-betul isoman tidak pergi kemana-mana," jelas Subagyo.
Lebih lanjut, Subagyo menjelaskan bahwa pihaknya hanya akan menyiapkan posko penjagaan untuk warga yang hendak keluar masuk pedukuhan. Semua orang yang akan keluar masuk nantinya akan diseleksi terlebih dahulu.
"Penjagaan orang yang keluar masuk di sana (Dusun Blekik) diseleksi," kata Subagyo. "Warga yang isolasi mandiri di rumah tidak boleh keluar masuk."
(wk/Bert)