Diguyur Hujan, Api di Tangki Kilang Minyak Balongan Tak Kunjung Padam
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (30/3) dini hari hingga pagi hari, masih belum mampu memadamkan api di tangki kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

WowKeren - Kebakaran hebat yang terjadi di Kilang Minyak Pertamina di Balongan, Indramayu pada Senin (29/3) dini hari, hingga kini masih menjadi sorotan. Hingga Selasa (30/3) pagi, kobaran api di 4 tangki kilang minyak tersebut masih belum bisa dipadamkan.

Padahal hujan lebat yang terjadi sejak Selasa dini hari hingga pagi hari. Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Abdul Fatah mengatakan bersama TNI dan Polri, BPBD Kabupaten Indramayu masih melakukan pengamanan di lokasi kebakaran.

"Api masih belum bisa dipadamkan," ujar Abdul, Selasa (30/3). "Jalur utama masih ditutup untuk sterilisasi."

Dalam pernyataannya, Selasa (30/3), PT Pertamina (Persero) melaporkan 4 unit tangki Kilang Minyak Balongan yang terbakar dan meledak. Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya menjelaskan, saat kejadian Tangki T-301 terbakar, berisi 23 ribu KiloLiter (KL) produk gasoline (BBM).?


Sedangkan 3 tangki lainnya dalam keadaan kosong. "Jumlah tangki yang ada di Balongan sebanyak 72 tangki dengan kapasitas 1,35 Juta KL. Insiden terjadi pada 4 tangki yang memiliki kapasitas kurang lebih 100 ribu KL," kata Ifki dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu sendiri memperkirakan kebakaran tersebut baru bisa benar-benar pada dalam 3 hari. "Hanya untuk memadamkan saja tiga hari untuk benar-benar padam," kata Pelaksana Tugas Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya, dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (30/3).

Diketahui, kebakaran ini rupanya menyebabkan Pertamina kehilangan 400 ribu barel produksi. Produksi tersebut termasuk pengolahan BBM, solar, LPG, hingga avtur.

Jumlah produksi yang hilang tersebut berdasarkan lamanya pemadaman yang diperkirakan berlangsung hingga 5 hari ke depan. "Sambil menunggu pemadaman, mungkin 4-5 hari mudah-mudahan bisa normal, kira-kira kehilangan produksi yang tidak bisa di-supply dari kilang 400 ribu barel," kata Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina Mulyono dalam konferensi pers Pertamina secara virtual, Senin (29/3).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait