Bertepatan dengan Hari Fim Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (30/3), KPK turut memperingatinya. Firli Bahuri selaku ketua KPK menyematkan pesan-pesan dalam peringatan Hari Film Nasional.
- Wahyu
- Selasa, 30 Maret 2021 - 16:05 WIB
WowKeren - Setelah Presiden RI Joko Widodo, kini giliran Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri yang memperingati Hari Film Nasional. Berbeda dengan Jokowi yang mengenang perjalanan perfilman Indonesia, Firli menyebutkan bahwa film bisa menjadi sarana edukasi pencegahan korupsi.
Firli menganggap bahwa dengan kemajuan teknologi, film bukan lagi sekadar tontonan yang menghibur mata. Ia menganggap film bisa menjadi media untuk melakukan kampanye pencegahan tindakan pidana korupsi.
"Di era digital dan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, kami memandang film bukan lagi sekadar tontonan yang sarat hiburan semata, melainkan juga sebagai sarana edukasi sekaligus media campaign program-program strategis KPK, seperti pencegahan tindak pidana korupsi?," ujar Firli dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).
Firli mengatakan bahwa saat ini banyak film Indonesia yang telah menyertakan pesan-pesan antikorupsi di dalamnya. Film-film tersebut juga turut diperankan oleh aktor dan aktris Indonesia papan atas. Mengetahui hal tersebut, Firli mengaku senang.
"Sudah tidak terhitung lagi film-film indie bertemakan antikorupsi yang mereka produksi dengan biaya sendiri, telah beredar luas dan gratis ditonton melalui jejaring media sosial," lanjutnya.
Firli mengungkapkan bahwa KPK kerap kali mengadakan festival film yang khusus bertemakan antikorupsi yakni "Anti Corruption Film Festival" (ACFFest). Film-film yang dilombakan dalam ACFFest sepenuhnya akan digunakan untuk edukasi dan pencegahan korupsi.
Firli mengatakan film-film tersebut akan disosialisasikan di berbagai media dan fasilitas publik tanpa batas waktu. Hal ini dilakukan pihaknya sebagai salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi.
"Hasil film pendek ini akan KPK gunakan sepenuhnya untuk keperluan pendidikan, sosialisasi dan kampanye antikorupsi di berbagai media dan fasilitas publik tanpa batas waktu," ungkap Firli. "Ini sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi agar tak lagi berurat akar di republik ini."
Menurut Firli dengan adanya film-film yang mengangkat perjuangan melawan korupsi, itu adalah hal yang bagus. Mengingatkan betapa pentingnya nilai-nilai kebaikan, kejujuran dan kesederhanaan untuk membangun sebuah integritas.
"Melalui film-film bertemakan antikorupsi, semangat antikorupsi bisa tumbuh berkembang serta mengisi relung hati, jiwa dan pikiran setiap eksponen bangsa di negeri ini untuk menggapai sekaligus mewujudkan cita-cita NKRI bebas korupsi," tutup Firli.
(wk/wahy)