Mau Nekat Mudik Sebelum Tanggal 6 Mei? Siap-Siap Kena 'Semprit' Korlantas Polri
commons.wikimedia.org/Coris
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengingatkan masyarakat untuk mematuhi larangan mudik Lebaran 2021 yang diterapkan pemerintah, yang tentu saja demi mengendalikan penyebaran COVID-19.

WowKeren - Pemerintah menetapkan masa larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei. Pemerintah pun menegaskan bahwa larangan ini akan lebih ketat daripada implementasi saat Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 lalu.

Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Istiono yang mengingatkan supaya masyarakat tidak nekat mudik. "Ini tegas ya, melarang mudik, dilarang mudik," ujar Istiono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/4).

Namun bukan cuma mengantisipasi lewat larangan tegas kepada masyarakat, Istiono juga mengajak para anggota kepolisian untuk melakukan pengamanan lebih. Lebih tepatnya pada rentang Senin (26/4) mendatang sampai 5 Mei 2021 yang notabene "pekan-pekan kritis" sebelum Lebaran.

Istiono meminta jajarannya untuk mengantisipasi masyarakat yang diprediksi siap mudik sebelum tanggal larangan berlaku, yakni 6 Mei. Istiono juga meminta anak buahnya tidak lengah agar tidak terjadi kemacetan.


"“Lakukan pengamanan antisipasi masyarakat yang mendahului mudik sebelum peniadaan mudik. Upayakan agar tidak terjadi kemacetan," kata Istiono, dikutip dari JPNN. "Antisipasi dengan langkah-langkah yang tepat dan cepat."

Kendati demikian, Istiono mengingatkan bahwa tidak mudik terlebih dahulu merupakan opsi terbaik yang bisa ditempuh masyarakat. Tentu saja hal ini dilakukan demi menekan penyebaran COVID-19.

"Peniadaan mudik tanpa adanya kerja sama antarpemangku kepentingan tidak akan berjalan dengan baik," tutur Istiono. "Oleh karena itu, mari bersinergi, masyarakat juga perlu dilibatkan untuk tidak mudik terlebih dahulu."

Bukan cuma itu, sang jenderal polisi bintang dua juga berharap jajarannya bisa mengantisipasi tindak kejahatan jalanan yang mungkin terjadi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Rumah ibadah juga harus dijaga agar masyarakat merasa aman.

"Lakukan antisipasi aksi terorisme dan tingkatkan kewaspadaan dari segala kemungkinan dan lakukan tindakan tegas dan terukur. Lakukan pengamanan secara maksimal yang menjadi pusat kegiatan masyarakat seperti rumah ibadah, pusat belanja dan tempat wisata agar masyarakat merasa aman," pungkas Istiono.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts