Bima Arya Bongkar Fakta Ini Usai Dituding Berbohong Oleh Habib Rizieq di Sidang Kasus RS UMMI
Instagram/bimaaryasugiarto
Nasional
Polemik Tes Swab Habib Rizieq

Walkot Bogor Bima Arya dituding berbohong oleh Habib Rizieq terkait kasus tes swab COVID-19 yang melibatkan pula RS UMMI. Bima Arya pun membantah dan membuka fakta ini.

WowKeren - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dihadirkan sebagai saksi dalam kasus polemik tes swab COVID-19 yang menjerat Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka. Namun di persidangan yang digelar Rabu (14/4) hari ini, Habib Rizieq menuding Bima Arya berbohong terkait tidak disampaikannya hasil tes swab yang dijalaninya di RS UMMI.

Dalam pembelaannya, Rizieq menegaskan bahwa dirinya pun belum menerima hasil tes swab sedangkan Bima Arya sangat tidak sabar. Alhasil sang wali kota pun menganggapnya sebagai tindak menghalangi pengendalian wabah COVID-19 dan menjadi kasus pidana setelah dilaporkan ke kepolisian.

"Kesepakatan itu (memberikan data swab Habib Rizieq) masih berjalan. RS UMMI tidak bisa beri kepastian karena tes PCR baru dilakukan (Jumat, 27 November 2020) siang itu, harus menunggu. Tapi yang bersangkutan tidak sabar kemudian mengajukan pidana," kata Rizieq dalam persidangan, dilansir dari Kumparan.

Namun tudingan melakukan kebohongan itu ditanggapi santai oleh Bima Arya. Pasien sembuh COVID-19 itu mengaku sudah menyampaikan yang sebenar-benarnya perihal kondisi Rizieq.

Ia menegaskan bahwa pengakuan Rizieq soal tidak positif COVID-19 pada akhir November 2020 adalah dusta. Sebab berdasarkan rekam medis RS UMMI yang ditunjukkan penyidik Bareskrim Polri, Rizieq memang sudah positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test antigen.


"Habib menyayangkan bahwa saya menyatakan bahwa Habib berbohong," kata Bima Arya yang ditemui pasca sidang di PN Jakarta Timur. "Saya katakan bahwa apa yang Habib sampaikan di saat di Rumah Sakit UMMI bahwa Beliau sehat dan sebagainya itu memang tidak sesuai."

Perawatan Rizieq kala itu, dijelaskan Bima Arya, memang karena dalam kondisi tidak sehat. Karena itulah Bima Arya berusaha mengirimkan Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk melakukan tes swab sebagaimana prosedur, namun Rizieq malah menolak dan menjalani tes swab mandiri bersama tim MER-C.

"Ya artinya memang tidak sehat, ini yang kita antisipasi ini penting. Kenapa? karena saya harus memutus rantai penularan, apa pun itu," tegas Bima Arya.

Ia juga menegaskan bahwa berstatus apapun Rizieq, positif atau probable atau sekadar suspect, sudah seharusnya dilaporkan kepada Satuan Tugas COVID-19 Kota Bogor sebagaimana diatur di Peraturan Wali Kota. "Bagi saya, bukan mengumumkan hasil PCR-nya, bukan ingin tahu mengumumkan namanya, bukan," ujarnya.

"Tapi paling tidak protokolnya saja, kan, setiap hari saya harus tahu (berapa) probable, possible terkonfirmasi berapa, suspect berapa. Kalau pun Habib hanya suspect, ya, dilaporkan," sambungnya.

Bima Arya pun berbalik menyayangkan RS UMMI dan Rizieq yang sejak awal bersikap kooperatif. "Kalau kooperatif sidang ini enggak akan terjadi. Saya sayangkan RS UMMI tidak kooperatif," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts