Hong Kong Tutup Penerbangan dari India dan Filipina Imbas Mutasi Virus Corona
Bloomberg/Justin Chin
Dunia
Pandemi Virus Corona

Hong Kong melaporkan 30 kasus virus corona baru pada hari Minggu (18/4) yang mana 29 di antaranya adalah kasus impor, menandai jumlah harian tertinggi sejak 15 Maret.

WowKeren - Hong Kong akan mengambil langkah tegas buntut adanya varian baru virus corona. Pemerintah akan melarang penerbangan dari India, Pakistan, dan Filipina selama 14 hari mulai Selasa pekan ini. Langkah ini diambil usai kota tersebut melaporkan dua kasus pertama dengan varian virus yang sangat mudah menular selama akhir pekan.

Pada Minggu (18/4) pemerintah mengatakan jika warga yang telah tinggal di tiga negara tersebut selama lebih dari dua jam dalam 21 hari terakhir akan dilarang menaiki penerbangan penumpang yang menuju ke Hong Kong. Tiga negara tersebut dikategorikan sebagai wilayah "berisiko sangat tinggi".

Larangan penerbangan ini akan berlaku selama dua minggu mulai dari Selasa (20/4). Hong Kong melaporkan 30 kasus virus corona baru pada hari Minggu yang mana 29 di antaranya adalah kasus impor. Ini menandai jumlah harian tertinggi sejak 15 Maret. Hong Kong telah mencatat lebih dari 11.600 kasus secara total dan 209 kematian.


Sementara itu, pemerintah Hong Kong saat ini tengah berupaya untuk mendesak penduduk agar mau mendapatkan vaksinasi. Namun sayangnya hingga kini, baru ada 9 persen dari jumlah total penduduk sebanyak 7,5 juta jiwa yang sudah divaksin.

Pekan lalu, pemerintah telah memperluas skema vaksin di kota itu untuk pertama kalinya dengan melibatkan penduduk yang berusia antara 16 hingga 29 tahun. Pemerintah tengah berupaya untuk meningkatkan permintaan vaksin yang lesu dari warganya. Sementara itu, maskapai yang terimbas dampak larangan Hong Kong pada pelancong dari India, Pakistan, dan Filipina termasuk Cathay Pacific (0293.HK), Hong Kong Airlines, Vistara, dan Cebu Pacific (CEB.PS).

Sementara itu, kasus penyebaran virus corona di India kian mengerikan. Pada Minggu (18/4), India mencatat tambahan hingga 275.306 kasus positif COVID-19. Di tengah kian melonjaknya kasus, India mengupayakan vaksin impor seperti Pfizer dan Moderna hingga Johnson & Johnson untuk siap datang ke India secepat mungkin.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts