Kini Ditarik, Terungkap Alasan Kamus Sejarah Kemendikbud Lupakan Pendiri NU dan Muat Tokoh Komunis
NU Online
Nasional

Nama pendiri NU KH Hasyim Asyari tak ditemukan di Kamus Sejarah Jilid I yang diterbitkan Kemendikbud. Malah beberapa tokoh komunis besar ditemukan di kamus tersebut.

WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diminta mengklarifikasi usai geger muatan dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I. Pasalnya tak ada nama pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari.

Malah, seperti dilansir dari Suara, terdapat beberapa nama figur komunis di kamus tersebut. Seperti Henk Sneevliet yang merupakan pendiri partai komunis pertama di Asia hingga DN Aidit yang membawa PKI menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia setelah Rusia dan Tiongkok.

Tak pelak Kemendikbud langsung dituntut mengklarifikasi temuan ini, yang belakangan sudah diakui sebagai bentuk kealpaan. Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid, mengakui pihaknya melakukan kekeliruan sampai tak sengaja tidak mencantumkan nama sang pendiri NU.

"Saya mengakui bahwa ini kesalahan. Tapi ya karena kealpaan, bukan kesengajaan. Itu poin yang mau saya tekankan," ujar Hilmar dalam jumpa pers daring, Selasa (20/4).

Penyusunan kamus, tutur Hilmar, berbeda dengan menulis narasi sehingga sangat berisiko untuk terdapatnya kealpaan dalam penyusunan. Penyusunan kamus dilakukan dengan memasukkan entri atau kata sehingga zonder Hasyim Asyari adalah kekeliruan tidak disengaja.


"Jadi ini bukan seperti sengaja menghilangkan. Kemudian sengaja memasang untuk orang terpengaruh. Sama sekali tidak. Itu saya kira narasi keliru," papar Hilmar, dilansir dari CNN Indonesia.

Atas kesalahan itu, Hilmarpun menegaskan pihaknya sudah menarik Kamus Sejarah Indonesia Jilid I dari peredaran. Tak hanya itu, kamus tersebut juga telah ditarik dari situs Rumah Belajar Kemendikbud sejak diunggah dua tahun pascaterbit tahun 2019.

"Untuk memastikan ini tidak kemudian jadi berlarut ya kami sudah menurunkan," tegas Hilmar. "Jadi sudah tidak ada lagi di website rumah belajar."

Hilmar mengakui bahwa Kamus Sejarah Indonesia Jilid I adalah proyek gagal yang dipaksa untuk terbit demi mengejar tenggat waktu anggaran yang habis. Atas polemik yang terjadi, Hilmar berjanji akan mengkaji ulang kamus sejarah modern lain.

"Naskah yang sebenarnya belum siap, ikut masuk dalam proses penyertaan pemuatan buku tersebut di website. Dan saya juga minta tadi untuk menurunkan semua buku terkait sejarah modern sampai ada review," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts