Dapat Bantuan Negara Lain, Ini Hambatan Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
KRI Nanggala Hilang Kontak

Pemerhati militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya pencarian kapal selam KRI Nanggala-402.

WowKeren - Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali masih terus berlanjut. Sejumlah negara dilaporkan telah menyatakan siap memberi bantuan dalam upaya pencarian tersebut, di antaranya Singapura, Australia, dan India.

Meski mendapatkan bantuan dari negara lain, proses pencarian KRI Nanggala-402 dinilai masih menemui sejumlah kendala. Menurut pemerhati militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, tantangan terbesar adalah kawasan yang tak mudah dijangkau oleh kapal-kapal pencari.

"Artinya tingkat kesulitan kita adalah mendatangkan kapal pencari dari berbagai lokasi yang tentunya membutuhkan waktu," jelas Fahmi kepada media Kompas.com, Jumat (23/4). Keterbatasan perangkat atau sarana penyelamatan bawah air juga dinilai menjadi kendala dalam upaya pencarian ini.

Keterbatasan tersebut membuat upaya pencarian harus melibatkan banyak pihak, termasuk dari negara lain, sehingga memerlukan waktu. Fahmi pun berharap KRI Nanggala-402 beserta krunya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.


"Tapi sebenarnya kita dapat melihat sejak Rabu sampai hari ini, upaya penyelamatan dilakukan secara serius. Hari ini armada penyelamatan bertambah lagi," jelas Fahmi. "Melihat keseriusan ini ya saya kita kita masih bisa berharap, upaya penyelamatan ini membuahkan hasil sebelum fase kritisnya terlampaui."

Adapun Fahmi menyebut kejadian ini merupakan insiden ketiga yang melibatkan kapal TNI AL berusia tua. Ia pun menyarankan pemerintah untuk mempertimbangkan pengadaan fasilitas penyelamatan bawah laut jika nantinya ada rencana pengadaan alutsista baru.

"Tentu saja kehadiran kapal selam perlu didukung penanganan kedaruratannya," pungkasnya. "Kalau kita bicara alutsista kan harus proporsional antara pengadaannya, pemeliharannya, termasuk juga bagaimanan perawatan dan pemeliharaan personilnya."

Di sisi lain, pihak TNI mengerahkan 21 KRI dalam upaya pencarian kapal selam buatan Jerman tersebut. Salah satu yang dikerahkan adalah KRI Alugoro-405 yang merupakan kapal selam buatan dalam negeri.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, saat ini KRI Nanggala-402 sudah tak lagi bersuara. Alhasil hanya sonar lah yang mampu mendeteksi keberadaan KRI Nanggala-402.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts