85 WN Tiongkok Masuk Indonesia Pakai Pesawat Carter, 1 Orang Dinyatakan Positif COVID-19
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru mengkonfirmasi satu kasus positif COVID-19 di antara puluhan WN Tiongkok tersebut. Hasil ini diketahui dari tes ulang tahap pertama di Indonesia.

WowKeren - Sebanyak 85 orang warga negara Tiongkok dilaporkan masuk ke Indonesia via Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat carter pada Senin (4/5) lalu. Pihak imigrasi memastikan puluhan WN Tiongkok tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan telah mematuhi prosedur yang berlaku.

"Sebelum dilakukan pemeriksaan keimigrasian, para penumpang telah melalui pemeriksaan kesehatan," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arya Pradhana Anggakara, Kamis (6/5). "Sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri oleh pihak KKP Kemenkes."

Kekinian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru mengkonfirmasi satu kasus positif COVID-19 di antara puluhan WN Tiongkok tersebut. Hasil ini diketahui dari tes ulang tahap pertama di Indonesia.

WN Tiongkok berinisial HLY tersebut awalnya dikarantina di Hotel Mercure Jakarta Batavia, Jakarta Barat. Kini, HLY dipindahkan ke Hotel Hariston, Jakarta Utara, untuk menjalani isolasi dan mendapat perawatan.


"Hasil pemeriksaan PCR swab pertama ada satu yang positif ya," ungkap Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Benget Saragih, kepada CNN Indonesia, Jumat (7/5). 84 WN Tiongkok lainnya dinyatakan negatif COVID-19 dan kini masih menjalani masa karantina lima hari di 10 hotel yang direkomendasikan Satgas COVID-19.

Diketahui, pesawat carter tersebut juga mengangkut tiga orang warga negara Indonesia (WNI). Ketiganya dinyatakan negatif COVID-19 dan tengah menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

"Lainnya hasil swab negatif pemeriksaan pertama," papar Benget. "Dan mereka dikarantina di berbagai hotel karantina."

Sementara itu, WNA yang terpapar COVID-19 di Indonesia dengan Cycle Threshold (CT) di ambang bawah ketentuan disebut Benget akan diperiksa dengan metode pencarian strain virus baru Whole Genome Sequencing (WGS). Adapun pengambilan sampel WGS juga dilakukan di rumah sakit dan puskesmas.

Menurut data Kemenkes per Selasa (4/5), sudah ada 1.228 sampel yang diperiksa dengan metode WGS selama periode November 2020 hingga Mei 2021. "Ya, semua yang positif COVID-19 dengan CT value di bawah 30 akan diperiksa WGS," pungkas Benget.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts