Ramadan di Tengah COVID-19, Waspada Muncul Klaster Masjid di Bantul Bikin Positif 20 Orang
Wikimedia Commons/Ahmad Ali Karim
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebuah masjid di Bantul disebutkan menjadi lokasi penyebaran kasus COVID-19 dengan total sudah 20 orang dikonfirmasi positif. Begini penjelasan kondisi selengkapnya.

WowKeren - Pemerintah mengizinkan kegiatan keagamaan digelar sebagaimana biasanya selama bulan Ramadan 1442 Hijriah, namun tetap dengan sejumlah penyesuaian. Seperti misalnya dengan membatasi kapasitas, menggunakan masker, dan menjaga jarak lantaran diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19.

Namun nyatanya anjuran kepatuhan protokol kesehatan itu tetap "kelolosan". Sebab kini DI Yogyakarta sedang dihebohkan dengan temuan klaster baru dari masjid yang dilaporkan menginfeksi 20 orang.

Klaster masjid ini di Dusun Candi, Kecamatan Pundong, Bantul. Kasus ini bermula dari salah seorang jemaah Masjid Al Furqon di Dusun Candi yang dikonfirmasi positif COVID-19.

Jemaah tersebut memeriksakan diri di Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII) pada 21 April. Dan terungkaplah bahwa S, jemaah tersebut, positif COVID-19.

"Dan diisolasi mandiri di shelter Niten. Hari ketiga dirujuk ke RSPS (RSUD Panembahan Senopati)," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Jumat (7/5).

Status positif S ini pun langsung diimbangi dengan contact tracing, termasuk keluarga dan sesama jemaah Masjid Al Furqon. Total ada 5 anggota keluarganya yang menjalani swab antigen.


"Swab antigen tanggal 22 April 2021, hasil keluar langsung yang positif istri dan ibunya (pasien S)," papar Oki sang jubir. "Dan tiga orang putranya lanjut swab PCR dan dua di antaranya positif."

Jemaah masjid juga menjalani GeNose dan terindikasi positif COVID-19. Tes PCR pun dilakukan pada 24 April dan ditemukan 1 orang lagi positif COVID-19.

Tracing dan tes PCR terus dilakukan terhadap kontak-kontak erat sang jemaah masjid. Dan kini sudah ada 20 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 terkait dengan kasus tersebut.

"Total terkonfirmasi sampai hari ini ada 20 orang. Masih terus dilaksanakan tracing, kurang lebih ada 15 orang yang akan dilakukan swab ke depan," pungkas Oki.

Di sisi lain, pemerintah memang tak melarang kegiatan keagamaan selama Ramadan meski masih pandemi. Namun juga sebaiknya dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Dan baru-baru ini pula Menteri Agama merilis pedoman beribadah saat Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah serta Kenaikan Isa Almasih. Diketahui kedua hari besar tersebut jatuh pada Kamis (13/5).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts