Pemuda 22 Tahun Dikabarkan Meninggal Pasca Divaksin AstraZeneca, Keluarga Ungkap Gejala yang Dialami
Nasional
Vaksin COVID-19

Pria berusia 22 tahun tersebut dilaporkan menerima suntikan vaksin COVID-19 di Gelora Bung Karno (GBK) pada Rabu (5/5) pekan lalu dan kemudian mengalami sejumlah efek samping hingga akhirnya meninggal dunia.

WowKeren - Seorang pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus dikabarkan meninggal dunia sehari setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca. Pria berusia 22 tahun tersebut dilaporkan menerima suntikan vaksin COVID-19 di Gelora Bung Karno (GBK) pada Rabu (5/5) pekan lalu dan kemudian mengalami sejumlah efek samping hingga akhirnya meninggal dunia.

Kakak mendiang yang bernama Viki mengungkapkan bahwa sang adik mengeluh tidak enak badan setelah menerima suntikan vaksin. Adapun mendiang Trio menerima vaksinasi lewat fasilitas kantornya.

"Dia bercerita ke ibu saya bahwa dia baru saja melaksanakan suntik vaksin di GBK yang bekerja sama dengan RS Pertamina Pusat kalau enggak salah. Setelah pulang dia mengeluh nih kepada ibu saya, dia mengalami kondisi yang tidak enak setelah itu," tutur Viki dikutip dari detikcom, Senin (10/5). "Bahwa dia mengeluhkan demam tinggi, sakit kepala hebat terus sekujur tubuhnya linu."

Mendiang Trio sempat ditawati obat sakit kepala, namun ia tidak mau mengkonsumsinya karena khawatir usai divaksinasi. Setelah itu, mendiang Trio dibawa ke klinik dekat rumah, namun klinik tersebut tutup sehingga dia tidak dapat menerima pemeriksaan.

Gejala yang dirasakan mendiang Trio pun memburuk pada Kamis (6/5). "Akhirnya dia shocked sakit kepala yang luar biasa, dia shocked seperti napasnya sudah berat, seperti sesak terengap-engap, termegap-megap, matanya itu seperti orang kejang," ungkap Viki.


Pihak keluarga pun membawanya ke sebuah rumah sakit swasta di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Setelah diungkapkan bahwa dugaan penyebabnya adalah vaksin, pihak rumah sakit menganjurkan Trio untuk dibawa ke rumah sakit yang lebih besar.

"Akhirnya dibawa ke RS bersalin Asta Nugraha karena biar dilakukan penindakan UGD. Nah sempat terjadi penolakan yang saya dengar dari pihak Asta Nugraha karena ditanya ini apa? Sakit apa? Bahwa ini habis suntik vaksin," papar Viki. "Dianjurkan oleh mereka, bukan ditolak, diperiksa kepada rumah sakit yang lebih besar."

Sayangnya, Trio dinyatakan meninggal dunia usai diperiksa oleh dokter. "Pada akhirnya ada dokter yang memeriksa dia dan menyatakan si Rio ini sudah meninggal dunia," lanjutnya.

Adapun jenazah Trio langsung dikebumikan pada Kamis sore usai buka puasa. Pihak keluarga juga mendengar ada rekan kantor Trio yang mengalami gejala demam usai divaksin, namun tidak terlalu parah.

"Berdasarkan cerita orangtua saya, ada temannya yang berbarengan dengan dia langsung vaksin waktu itu mengalami hal yang sama," katanya. "Cuma mungkin kondisi fisiknya lebih kuat atau gimana katanya enggak enak badan gejala-gejalanya. Pembedanya si Trio ini sakit kepala yang luar biasa."

Menurut Viki, hingga saat ini keluarga masih belum mendapat penjelasan dari pihak Dinas Kesehatan DKI maupun Kementerian Kesehatan. Namun Viki mendengar ada pihak yang telah menghubungi adiknya terkait vaksin. "Kita ingin minta kejelasan dari pihak-pihak terkait. Sampai sekarang saya sendiri belum dapat kelanjutan dari masalah ini seperti apa kejelasannya. Bahkan kalau dokter yang menyuntik pun saya enggak tahu," ujarnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts