Keluarga Pemuda yang Meninggal Usai Divaksin AstraZeneca Kritik Pemerintah
Unsplash/Alex Mecl
Nasional
Vaksin COVID-19

Pihak keluarga mengaku hingga saat ini masih belum menerima ucapan belasungkawa secara resmi dari pemerintah terkait Trio Fauqi Virdaus yang meninggal sehari setelah menerima vaksinasi.

WowKeren - Seorang pemuda berusia 22 tahun di Jakarta dikabarkan meninggal dunia satu hari setelah menerima suntikan vaksin virus corona (COVID-19) AstraZeneca. Pemuda bernama Trio Fauqi Virdaus tersebut dilaporkan menerima suntikan vaksin pada Rabu (5/5) dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (6/5).

Pihak keluarga mengaku hingga saat ini masih belum menerima ucapan belasungkawa secara resmi dari pemerintah. Ucapan belasungkawa yang ada disebut hanya disampaikan melalui pemberitaan di media massa.

"Sampai sekarang pun, sudah enam hari, ucapan belasungkawa secara formal saja tidak ada," tutur kakak Trio, Sabbihis Fathun Vickih, di kediamannya di Duren Sawit, Jakarta Timur, dikutip dari Suara.com pada Selasa (11/5). "Kalau pun hanya nitip sama media, etikanya di mana bos? Maaf ya."

Lebih lanjut, pemerintah disebutnya harus memiliki etika lantaran sudah ada satu nyawa yang melayang pasca menerima suntikan vaksin corona. Menurut Vickih, pihak keluarga juga masih belum mendapat kejelasan informasi dari Dinas Kesehatan ataupun Kementerian Kesehatan.


"Tidak ada (informasi pasti atau datang ke rumah), mereka seperti orang buta istilahnya, tuli, bisu. Seakan-akan menutup mata mulut dan telinganya atas masalah ini," paparnya. "Menurut saya pemerintah harus punya etika karena menyangkut nyawa seseorang. Ini bukan all about bisnis atau vaksin lagi. Sudah satu nyawa melayang."

Lebih lanjut, Vickih mengkritik pemerintah soal penyelenggaraan program vaksinasi COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca terkait kasus kematian Trio. Menurut Vickih, niat mulia pemerintah untuk mengurai penyebaran COVID-19 malah tertutup dengan bobroknya birokrasi yang ada. "Tapi niat mulia pemerintah jadi gagal karena birokrasinya buruk sekali," kata Vickih.

Prosedur pelaksanaan penyuntikan vaksinasi COVID-19 pun turut disorot oleh Vickih. Menurutnya, program vaksinasi COVID-19 harus dipastikan berjalan dengan benar karena menyangkut nyawa manusia.

"Menurut saya harus ada cek lab, medical check up keseluruhan, baru suntik," pungkasnya. "Karena ini kaitan dengan nyawa manusia, bukan nyawa anak ayam."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts