Viral Wanita Palestina Tersenyum Cantik Saat Diborgol Tentara Israel di Yerusalem
Unsplash/Ahmed Abu Hameeda
Dunia

Wanita bernama Maryam Al-Afifi tersebut ditangkap dalam sebuah protes terhadap penggusuran paksa yang akan segera terjadi terhadap penduduk di lingkungan Yerusalem Timur, Sheikh Jarrah.

WowKeren - Konflik antara Palestina dengan Israel terus memanas. Berdasarkan laporan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya ada 900 warga Palestina di Yerusalem Timur yang terluka akibat bentrok dengan tentara Israel dalam periode 7 dan 10 Mei 2021.

Kekinian, video yang menunjukkan seorang wanita Palestina muda tersenyum usai dipukuli dan diborgol oleh tentara Israel viral di media sosial. Mengutip Middle East Monitor, wanita tersebut bernama Maryam Al-Afifi dan merupakan anggota Orkestra Pemuda Palestina.

Ia ditangkap dalam sebuah protes terhadap penggusuran paksa yang akan segera terjadi terhadap penduduk di lingkungan Yerusalem Timur, Sheikh Jarrah. Dalam video viral tersebut, tampak Maryam yang mengenakan hijab merah diseret oleh seorang tentara Israel dan kemudian ia dibawa pergi.

Maryam Al-Afifi

YouTube/Middle East Eye


Setelah itu, Maryam tampak diborgol di pinggir jalan. Dengan kedua tangan yang telah diborgol, ia pun tersenyum cantik sambil melihat ke arah kamera.

Kala ditahan di pinggir jalan, Maryam juga sempat memberikan pertanyaan kepada tentara Israel yang ditugaskan untuk mengawasinya. "Anda ingin menjadi seperti ini saat Anda masih kecil? Berada di pihak penindas?" tanya Maryam kepada tentara tersebut. Kekinian, Maryam dikabarkan telah dibebaskan dari penangkapan tersebut.

Di sisi lain, Amnesty International menyatakan bahwa Israel menggunakan "kekerasan yang ceroboh erhadap pengunjuk rasa Palestina yang sebagian besar damai" dalam bentrokan di Yerusalem Timur. Pihak Israel sendiri sebelumnya telah memberikan pembelaan terhadap perilaku tentaranya dan bersikeras bahwa mereka menanggapi para perusuh Palestina yang kejam dengan tindakan yang tepat.

Namun menurut Amnesty, beberapa dari tindakan Israel tersebut digambarkan sebagai "tidak proporsional dan melanggar hukum". Kelompok HAM yang berbasis di London, Inggris, tersebut menuduh pasukan keamanan Israel melakukan "serangan tidak beralasan terhadap demonstran damai".

Sebagai contoh, tentara Israel disebut membubarkan lingkaran damai warga Palestina yang meneriaki upaya Israel untuk mengusir mereka dari rumah mereka di distrik Sheikh Jarrah pekan lalu. Amnesty melaporkan bahwa kala itu pasukan berkuda berlari ke arah kerumunan dan menginjak-injak seorang pria yang mencoba melarikan diri. Amnesty lantas mengimbau komunitas internasional untuk "meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran sistemiknya".

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts