Polisi Siaga Larang Mudik Lebaran 2021, Kapolri: Kami Mohon Maaf
YouTube/MEDIA HUKUM INDONESIA
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah, khususnya aparat kepolisian, sebenarnya tidak bermaksud untuk menghalangi masyarakat pulang kampung.

WowKeren - Pemerintah telah menetapkan larangan mudik Lebaran pada periode 6-17 Mei 2021. Jajaran kepolisian pun diterjunkan untuk menjaga titik-titik penyekatan dan mencekal perjalanan yang tidak memenuhi ketentuan.

Kekinian, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada masyarakat karena jajarannya melarang mudik Lebaran 2021. Sigit menjelaskan bahwa pemerintah, khususnya aparat kepolisian, sebenarnya tidak bermaksud untuk menghalangi masyarakat pulang kampung.

"Kami aparat yang tergabung di dalam penyekatan mudik tidak bermaksud untuk melarang masyarakat mudik," tutur Sigit kala meninjau pos penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikarang Barat 3, Rabu (11/5). Sigit menegaskan bahwa larangan tersebut diterapkan demi melindungi masyarakat dari risiko penularan virus corona (COVID-19).

Menurut Sigit, masyarakat biasa bersilaturahmi kala mudik Lebaran dan hal tersebut berpotensi menularkan virus kepada orang tua atau lansia. "Tentunya itu ada risiko apabila terpapar, maka risikonya tiga kali lipat daripada yang muda," kata Sigit.


Oleh sebab itu, Sigit meminta agar masyarakat dapat memaklumi larangan mudik dalam momen Idul Fitri tahun ini. "Oleh karena itu, sekali lagi kami mohon maaf kami mohon maklum bagi masyarakat," paparnya.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa silaturahmi Idul Fitri dapat dilakukan secara virtual untuk sementara, seperti via video call. Hal tersebut dapat mengurangi risiko penularan COVID-19.

"Tentunya mudik dapat dilaksanakan tapi dengan cara-cara kekinian seperti virtual dengan merekam video yang ada di aplikasi handphone itu," jelas Sigit. "Juga mengurangi risiko namun silaturahmi tetap berjalan."

Di sisi lain, sejumlah pemudik dilaporkan lolos dari titik penyekatan karena petugas tak mampu membendung banyaknya jumlah pemudik. Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan pun mengingatkan agar pemudik yang berhasil lolos penyekatan agar tidak jumawa. Meski dilepas petugas di salah satu titik, belum tentu para pemudik tersebut tetap bisa sampai ke kampung halaman.

Pasalnya, petugas di setiap pos penyekatan sudah melakukan koordinasi agar kembali melakukan cegatan untuk pemudik-pemudik yang lolos. Hendra sendiri menegaskan hal ini dalam konteks pemudik yang berhasil lolos dari titik penyekatan di Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts