Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, menjelaskan bahwa program pensiun dini ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja usaha di era new normal.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 21 Mei 2021 - 14:07 WIB
WowKeren - Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk disebut telah mendapatkan tawaran pensiun dini. Asosiasi Pilot Garuda (APG) mengungkapkan bahwa tawaran tersebut diumumkan pada 19 Mei 2021 lalu.
Presiden APG, Muzaeni, lantas menduga bahwa keuangan perusahaan tengah memburuk sehingga opsi pensiun dini tersebut ditawarkan. "Karena perusahaan Garuda ini semakin hari semakin rugi dikarenakan pandemi," tutur Muzaeni kepada detikcom, Jumat (21/5).
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, lantas memberikan keterangan terkait tawaran pensiun dini tersebut. Menurutnya, program ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemulihan kinerja usaha di era new normal.
"Saat ini manajemen tengah dalam tahap awal penawaran program pensiun yang dipercepat bagi karyawan Garuda Indonesia yang memenuhi kriteria dan persyaratan keikutsertaan program tersebut," papar Irfan dalam keterangannya. "Penawaran program ini dilakukan sejalan dengan upaya pemulihan kinerja usaha yang tengah dijalankan Perusahaan guna menjadikan Garuda Indonesia perusahaan yang lebih sehat serta adaptif menjawab tantangan kinerja usaha di era kenormalan baru."
Menurut Irfan, perusahaan harus melakukan penyesuaian aspek permintaan dan penawaran di masa pandemi corona karena jadwal penerbangan menurun. Meski demikian, Irfan menegaskan bahwa program pensiun dini ini bersifat sukarela.
"Perlu kiranya kami sampaikan bahwa program pensiun dipercepat ini ditawarkan secara sukarela terhadap karyawan yang telah memenuhi kriteria," terangnya. "Kebijakan ini menjadi penawaran terbaik yang dapat kami upayakan terhadap karyawan di tengah situasi pandemi saat ini, yang tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan bersama seluruh pihak, dalam hal ini karyawan maupun perusahaan."
Adapun karyawan yang mengambil program pensiun dini ini akan dijamin seluruh haknya oleh pihak perusahaan. Irfan memastikan bahwa Garuda Indonesia berupaya memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin merencanakan pensiun sebaik mungkin.
"Melalui program pensiun yang dipercepat tersebut, kami berupaya memberikan kesempatan kepada karyawan yang ingin merencanakan masa pensiun sebaik mungkin," lanjutnya. "Khususnya bagi mereka yang memiliki prioritas lain di luar pekerjaan maupun peluang karier lainnya di luar perusahaan."
Adapun program pensiun dini ini dinilai sebagai langkah berat bagi pihak perusahaan. Namun Irfan menyatakan bahwa langkah tersebut harus diambil agar Garuda Indonesia dapat bertahan di masa pandemi corona.
"Ini merupakan langkah berat yang harus ditempuh perusahaan," pungkasnya. "Namun opsi ini harus kami ambil untuk bertahan di tengah ketidakpastian situasi pemulihan kinerja industri penerbangan yang belum menunjukkan titik terangnya di masa pandemi COVID-19 ini."
(wk/Bert)