Ratusan masyarakat yang terdiri dari mahasiswa dan elemen lainnya mengadakan aksi turun ke jalan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Mengetahui hal tersebut, polisi menyiagakan sekitar tiga ribu personel gabungan.
- Wahyu
- Jumat, 21 Mei 2021 - 14:14 WIB
WowKeren - Dukungan untuk Palestina masih terus digaungkan oleh masyarakat Indonesia. Seperti yang terjadi pada Jumat (21/5) hari ini, aksi bela Palestina akan kembali digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS).
Aksi bela Palestina itu diperkirakan dihadiri oleh sekitar 700 peserta. Salah satu panitia penyelenggara aksi tersebut Muhammad Iqbal Ramadan mengatakan angka perkiraan itu didapat dari orang-orang yang mengkonfirmasi kehadirannya.
"Cuman kalau kita lihat dari komentar, kita lihat dari update-an orang lain, insight di Instagram yang kita share seruannya itu bisa dua ribuan sampai tiga ribuan (massa aksi)," terang Iqbal saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (21/5).
Sementara itu, pihak kepolisian telah menyiapkan personel yang akan disiagakan untuk menjaga aksi bela Palestina tersebut. Polda Metro Jaya akan menerjunkan sebanyak 3.612 personel gabungan.
"Totalnya ada 3.162 personel kita siapkan terkait pengamanan demo hari ini yang menyangkut masalah Palestina," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (21/5).
Meski aksi bela Palestina tersebut berpusat di depan Kedubes AS, pihak kepolisian juga turut menerjunkan personel di sejumlah titik lainnya. Mulai dari Istana Negara hingga Kantor Perwakilan PBB di Jakarta.
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan bahwa aksi solidaritas itu diinisiasi oleh Blok Politik Pelajar yang ada di beberapa kampus Indonesia, termasuk Jakarta. Di antaranya adalah Universitas Al Azhar, Universitas Tarumanegara (Untar), dan Universitas Pertamina.
Meski demikian, Iqbal mengungkapkan bahwa aksi solidaritas itu terbuka untuk umum, tidak hanya mahasiswa. Masyarakat umum dari lapisan mana pun juga bisa turut bergabung dalam aksi bela Palestina tersebut.
Berdasarkan informasi yang didapat Iqbal, dari 700 massa yang telah mengkonfirmasi kehadiran mereka, di antaranya terdapat elemen di luar mahasiswa seperti STM Boedi Oetomo, STM Kebon Sirih, dan STM Kampung Jawa. "Kalau dilihat update di media sih, dia (anak STM) mau ikut," imbuhnya.
Iqbal menegaskan bahwa aksi bela Palestina itu merupakan aksi kemanusiaan. Pihaknya tidak ingin jika aksi itu nantinya dianggap sebagai agenda politik, konflik agama, maupun perseteruan mazhab (aliran).
(wk/wahy)