Polisi mengamankan sejumlah peserta aksi bela Palestina yang menggelar demonstrasi di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jumat (21/5). Ini alasannya.
- Eva Lestari
- Jumat, 21 Mei 2021 - 18:33 WIB
WowKeren - Polisi mengamankan sejumlah peserta aksi bela Palestina di sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/5). Mereka ditangkap dengan alasan yang cukup beragam, seperti hendak membakar bendera Israel hingga tak mengindahkan peringatan petugas untuk melakukan demonstrasi di area tertentu.
Hingga pukul 16.30 WIB, sedikitnya ada tiga orang yang ditangkap karena berusaha membakar bendera Israel. Salah satu dari mereka tampak mengenakan topeng karakter di serial "Money Heist". Mereka langsung dibawa ke mobil tahanan yang berjaga di sekitar lokasi.
Salah seorang petugas mengungkapkan bahwa mereka hanya akan dimintai keterangan. Sebab polisi sudah mengingatkan para peserta untuk tidak melakukan aksi bakar-bakaran.
"Saya tadi sudah peringatkan, tidak ada bakar-bakaran. Kalian gelar aksi kami lindungi, kalau macam-macam kami tindak," kata salah seorang petugas, dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (21/5).
Tak jauh dari lokasi tersebut, polisi juga mengamankan belasan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Awalnya, mereka melakukan aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, depan Kedubes AS. Namun mereka menarik diri dan berpindah ke simpang tiga Jalan M. Ridwan Rais dan Medan Merdeka Selatan.
Mereka tertahan di lokasi tersebut karena polisi telah membangun blokade pembatas jalan dan kawat berduri sejak siang. Polisi tidak mengizinkan kader HMI untuk melakukan demonstrasi di area tersebut karena bisa memicu kemacetan di Jalan M. Rais Ridwan.
Petugas terus menyarankan mereka untuk berpindah tempat dan mengancam akan menahan mereka. Alih-alih pergi, orator tak gentar sama sekali dan siap untuk ditahan bersama.
"Satgas COVID perisapkan, mobil tahanan bawa ke sini," kata polisi. "Kami semua siap ditahan, kami siap ditahan," jawab orator. "Saya ingatkan saudara-saudara. Menempatkan orang lain pada situasi yang berbahaya adalah tindak pidana!" tegas aparat.
Meski sudah diperingatkan, massa bersikeras untuk bertahan hingga polisi memberi peringatan kedua dan ketiga. Polisi akhirnya mengamankan belasan kader HMI dan membawanya menggunakan mobil tahanan ke Polda Metro Jaya.
Sementara itu, aksi bela Palestina ini diikuti oleh berbagai unsur kelompok masyarakat. Sebagian besar peserta berasal dari organisasi pelajar seperti HMI hingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
(wk/eval)