Aktor Tanah Air Fedi Nuril beberkan pengalamannya saat terkena tegur tentara Israel bersenjata lengkap sewaktu berada di Palestina. Lantas seperti apa cerita dari Fedi itu?
- Sisilia Rizky Azalea
- Sabtu, 22 Mei 2021 - 18:56 WIB
WowKeren - Konflik antar Palestina dan Israel terus berlanjut. Sejumlah selebriti Tanah Air lantas beramai-ramai menyampaikan rasa prihatin dan peduli mereka terhadap Palestina.
Seperti aktor tampan Fedi Nuril yang baru saja membagikan postingan mengenai perseteruan Palestina dan Israel. Fedi lantas berbagi sedikit cerita mengenai pengalamannya saat berada di Palestina melalui laman Instagram pribadinya. Cerita pilu itu dibagikan Fedi kepada publik pada Sabtu (22/5).
Fedi lantas menceritakan pengalamannya pernah ditegur tentara Israel saat berada di Palestina. Fedi mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 2014 silam. Saat itu, Fedi harus melakukan syuting program Ramadan di Palestina.
Kemudian, Fedi menceritakan bahwa ia akan melakukan salat zuhur di Masjidil Aqsha, Palestina bersama salah satu krunya. Secara mengejutkan, Fedi mengaku dihadang tentara Israel di depan pintu masjid lantaran membawa peralatan kamera. Kendati demikian, Fedi mengaku sama sekali tak takut walau tentara Israel bersenjata lengkap.
"Tahun 2014, gue ke Palestina untuk syuting sebuah program Ramadan. Sewaktu gue dan salah satu kru masuk Masjidil Aqsha untuk salat zuhur dan ambil gambar, gue ditahan di gerbang masuk oleh tentara Israel karena bawa tripod dan wireless mic," beber Fedi. "Anehnya, walaupun tentara itu bersenjata lengkap, gue nggak merasa takut."
Menurut Fedi, apa yang terjadi di antara Palestina dan Israel bukanlah perang tetapi perebutan paksa wilayah. Mirisnya, Israel didukung pesenjataan lengkap dan canggih oleh negara besar seperti Amerika Serikat. Sedangkan, Palestina hanya menggunakan persenjataan saadanya.
"Apa yang terjadi di Palestina bukan perang, tapi perebutan paksa. Tentara Israel didukung teknologi militer dari US dan negara maju lain," terang Fedi melalui laman Instagram pribadinya pada Sabtu (22/5). "Sedangkan rakyat Palestina bertahan dengan persenjataan seadanya."
Menurut Fedi, ideologi agama menjadi salah satu alasan Israel menyerang Palestina. Sedangkan faktanya 20 persen dari penduduk Palestina beragama Katolik dan Protestan. Semakin miris lantaran penduduk tak beragama Islam itu turut menjadi korban kekejaman tantara Israel.
"Ideologi agama digunakan sebagai pembenaran atas pendudukan Israel di Palestina," pungkas Fedi. "Sedangkan faktanya, 20% dari jumlah penduduk Palestina beragama Katolik dan Protestan, dan mereka pun menjadi korban penyerangan tentara Israel."
(wk/Sisi)