Kemenkes Ungkap Keterisian RS COVID-19 Meningkat di Seluruh Provinsi, Imbas Pemudik Nekat?
Unsplash/Mufid Majnun
Nasional

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes, Azhar Jaya, rata-rata BOR rumah sakit COVID-19 di empat provinsi bahkan telah berada di atas 50 persen.

WowKeren - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kenaikan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit COVID-19 (BOR/bed occupancy rate) dalam tiga hari terakhir. Adapun kenaikan BOR ini disebut terjadi hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes, Azhar Jaya, rata-rata BOR rumah sakit COVID-19 di empat provinsi bahkan telah berada di atas 50 persen. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan ambang batas aman BOR RS adalah 60 persen.

"Kita sudah melihat bahwa 2-3 hari terakhir ini mulai terjadi kenaikan hampir merata di seluruh provinsi di Indonesia," papar Azhar pada Minggu (23/5).

Empat provinsi dengan BOR ruang isolasi dan ICU RS COVID-19 di atas 50 persen adalah Sumatera Utara (58 persen), Kalimantan Barat (58 persen), Sumatera Barat (53 persen), dan Riau (53 persen). "Kalau kita breakdown lagi, focusing-nya sedikit berbeda. Untuk posisi tempat tidur intensif (ICU) Riau ini kuning 65 persen," jelas Azhar.


Oleh sebab itu, Azhar meminta agar seluruh rumah sakit COVID-19 di Indonesia untuk menambah kapasitas ruang perawatan bagi pasien COVID-19. Salah satunya adalah dengan melakukan alih fungsi alias konversi tempat tidur.

Adapun kenaikan BOR RS COVID-19 ini terjadi pasca libur panjang Lebaran 2021. Sebagai informasi, pemerintah kembali melarang mudik tahun ini dan bahkan menerapkan pengetatan perjalanan sebelum dan setelah masa peniadaan mudik.

Meski demikian, pemerintah mencatat masih ada 1,5 juta warga Indonesia yang nekat mudik. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengungkap bahwa angka ini sudah jauh lebih berkurang dibandingkan jika tak diterapkan larangan mudik Lebaran.

Klaster Lebaran juga mulai bermunculan karena masih cukup tingginya angka ketidakpatuhan warga atas anjuran pemerintah. Salah satunya adalah kasus dimana 10 warga di satu lingkungan RT di Ciracas, Jakarta Timur dikonfirmasi positif COVID-19 pasca pulang dari mudik Lebaran.

Sementara itu, jumlah pasien di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, juga dilaporkan terus bertambah akibat klaster mudik Lebaran. Komando Daerah Militer Jayakarta selaku pengelola Wisma Atlet mengakui, penambahan ini disebabkan oleh pasien yang dinyatakan positif COVID-19 usai kembali dari mudik Lebaran.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait