Dampak Libur Lebaran Mulai Tampak Meski Belum Ada 2 Pekan, Provinsi Ini Patut Waspada
covid19.go.id
Nasional
COVID-19 di Indonesia,Idul Fitri 2021

Dampak libur Lebaran mulai terlihat bahkan ketika belum ada dua pekan berlalu. Yang menjadi indikator adalah kenaikan signifikan kasus positif, aktif, dan kematian COVID-19.

WowKeren - Perkiraan dampak libur Lebaran tampak akhir Mei 2021 sepertinya mulai menjadi kenyataan. Bahkan bukan cuma itu, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga mengungkap dampak libur Lebaran ini mulai terlihat meski baru berlalu kurang dari dua pekan.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut kasus infeksi virus Corona mulai terlihat naik dengan signifikan pasca libur Lebaran. "Ini menandakan belum mencapai minggu kedua saja kasus sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan kasus kematian juga mengalami kenaikan. Ini adalah alarm untuk kita semua," tegas Wiku dalam konferensi persnya, Selasa (25/5).

Spesifik untuk data hari ini saja, terdapat tambahan 5.060 kasus positif COVID-19 dengan sebaran terbanyak di Jawa Barat. Dengan demikian, total kasus positif mencapai 1.786.187.

Dampak Libur Lebaran Mulai Tampak Meski Belum Ada 2 Pekan, Provinsi Ini Patut Waspada

Twitter/BNPB_Indonesia

Namun yang sangat menjadi sorotan adalah kenaikan angka kasus aktif sebanyak 1.093 sehingga totalnya 94.486. Lalu ada pula kenaikan angka pasien meninggal COVID-19 sebanyak 172 kasus, sementara yang sembuh 3.795 orang.


Wiku sendiri mengutip data mingguan per Minggu (23/5) kemarin, di mana kasus positif COVID-19 Indonesia naik sebanyak 36,1 persen. Padahal pekan sebelumnya sudah terjadi penurunan kasus positif mingguan sebesar 28 persen.

Dalam periode yang sama, kasus kematian meningkat 13,8 persen. Namun kasus kesembuhan, meski naik, tidak sesignifikan aspek lain yakni di kisaran 2,7 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

"Kenaikan kasus positif yang cukup signifikan ini terjadi satu minggu setelah periode libur Idul Fitri," papar Wiku. Karena itulah, Wiku secara khusus meminta warga di beberapa provinsi tertentu untuk lebih waspada.

Secara umum yang harus waspada adalah provinsi-provinsi asal dan tujuan mudik. Seperti misalnya Jabar (sepekan naik 2.221 kasus), DKI Jakarta (sepekan naik 1.240 kasus), Sumatera Barat (sepekan naik 959 kasus), Jawa Tengah (sepekan naik 948 kasus), dan Aceh (sepekan naik 561 kasus).

Sementara dari aspek angka kematian, yang wajib waspada adalah Jabar, Sumbar, Sumatera Selatan, Aceh, dan Jateng. Lagi-lagi, kelima provinsi itu adalah daerah tujuan utama mudik dan arus balik Lebaran.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts