Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran mengungkap adanya kenaikan jumlah pasien COVID-19 yang masuk. Kondisi ini diduga akibat libur Hari Raya Idul Fitri.
- Elvariza Opita
- Kamis, 27 Mei 2021 - 20:39 WIB
WowKeren - Pemerintah sudah mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 usai Hari Raya Idul Fitri yang sudah pasti diikuti dengan mobilitas besar-besaran warga Indonesia. Namun meski berbagai pembatasan dan larangan sudah dilakukan, nyatanya efek dari hari libur itu tetap terasa terutama dari segi jumlah pasien COVID-19.
Salah satunya dari segi tingkat keterisian Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dilaporkan kembali naik. Koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono menuturkan tingkat hunian rumah sakit tersebut meningkat sebanyak 11,97 persen dalam rentang 17-27 Mei 2021, alias setelah libur panjang Lebaran.
Padahal pada 17 Mei 2021 kemarin, tingkat keterisian Wisma Atlet sudah berada di titik terendah 15,02 persen. "Saat ini adalah huniannya 26,99 persen. Jadi kira-kira lebih dari 10 hari ini, sudah meningkat 11,97 persen," jelas Tugas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (27/5).
Situasi ini, tutur Tugas, harus diwaspadai oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum. Kendati demikian, Tugas menegaskan bahwa ketersediaan tempat tidur di fasilitas kesehatan itu masih cukup untuk menampung lonjakan kasus positif COVID-19 pasca Lebaran.
"Mudah-mudahan tidak seperti lonjakan saat-saat September tahun lalu maupun Januari 2021," imbuh Tugas. Memang ada suatu masa Wisma Atlet sampai merawat lebih dari 5.000 pasien dalam satu hari karena adanya lonjakan pasca libur Natal dan Tahun Baru.
"Sampai saat ini kami merawat 1.618 pasien dengan angka kesembuhan saat ini adalah 96,72 persen. Paling banyak yang meninggal di sana adalah pada saat Januari 2021, sangat tinggi di situ," terang Tugas.
Menurutnya pula, sejak 17-18 Mei 2021, lebih banyak pasien masuk untuk dirawat di Wisma Atlet ketimbang yang sembuh dan pulang. "Yang masuk, rata-rata di atas 100 pasien sehari. Tadi malam, kami dapat laporan sebanyak 171 pasien yang masuk dan yang keluar 64 pasien," paparnya.
Krisis ini pun sudah berkali-kali disuarakan otoritas berwenang, salah satunya Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Dante mengungkap kasus COVID-19 Indonesia sudah meningkat hingga 38 persen dalam sepekan, namun sebenarnya saat ini belum memasuki masa puncak penyebaran wabah pasca liburan.
(wk/elva)