Belakangan, warganet dikhawatirkan dengan SMS peringatan dini potensi gempa dan tsunami dari BMKG. Namun, hal itu telah diklarifikasi oleh BMKG dan kini tengah dilakukan investigasi yang nantinya dibantu Kominfo.
- Wahyu
- Jumat, 28 Mei 2021 - 10:15 WIB
WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, sempat viral di sosial media mengenai SMS yang disebut berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait dengan peringatan akan terjadi tsunami dan gempa. Namun, pihak BMKG telah memberikan klarifikasi akan hal tersebut.
BMKG memastikan bahwa SMS yang berisi peringatan gempa berkekuatan 8,5 magnitudo itu bukanlah prediksi gempa. Mengetahui hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan siap membantu BMKG untuk proses investigasi penyebab salah SMS tersebut.
Juru Bicara (Jubir) Kominfo Dedy Permadi menjelaskan pada mulanya teknis SMS blast BMKG berkoordinasi langsung dengan operator seluler. Sedangkan Kominfo hanya berperan memberikan izin antara BMKG dengan operator seluler.
"Kominfo itu memberikan izin SMS blast, memfasilitasi antara pihak yang akan melakukan SMS blast dengan operator seluler," tutur Dedy kepada wartawan, Kamis (27/5). "Sedangkan teknisnya, seperti saya sampaikan tadi, pihak yang memberikan SMS blast itu langsung berkoordinasi dengan operator seluler untuk menyebarkan konten mereka."
Saat terjadi kesalahan SMS potensi gempa, Dedy telah berkoordinasi dengan BMKG. Ia mengatakan bahwa pihak Kominfo akan terlibat dalam investigasi yang dilakukan oleh BMKG jika diperlukan.
"Jika dalam perjalanannya ada gangguan atau kesalahan, tentu kalau Kominfo diperlukan untuk proses investigasi, kami akan dukung," lanjutnya. "Tadi dari kasus ini muncul, tim kami dari Direktorat Pita Lebar juga berkoordinasi dengan BMKG. Kominfo jika diperlukan akan terlibat dalam proses investigasi, koordinasi sudah dilakukan sejak sehari (Kamis, 27/5) tadi."
Dedy menuturkan untuk bisa mengetahui penyebab terjadinya kesalahan SMS itu, secara teknis sepenuhnya berada di BMKG. Selain itu, yang berhak mengungkapkan penyebab tersebut juga pihak BMKG.
Artinya bahwa bukan Kominfo yang dapat mengetahui penyebab terjadinya kesalahan SMS soal peringatan dini terjadi gempa. Sepenuhnya, pihak BMKG lah yang bisa mengetahui secara keseluruhan penyebab misal servernya. Kominfo hanya membantu jika ada masalah dalam investigasi.
Sebelumnya, pihak BMKG telah menyampaikan bahwa kesalahan SMS tersebut tengah diinvestigasi. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dalam kondisi aman.
(wk/wahy)