Angka kasus COVID-19 di Indonesia belakangan terjadi peningkatan. Meski demikian, kasus COVID-19 di kampung halaman Presiden Jokowi yang sebelumnya cukup tinggi, kini mengalami penurunan.
- Wahyu
- Jumat, 28 Mei 2021 - 16:45 WIB
WowKeren - Permasalahan COVID-19 masih menjadi fokus utama bagi pemerintah Indonesia dalam menanganinya agar bisa segera berakhir. Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia, seperti vaksinasi COVID-19 massal.
Di tengah kasus COVID-19 di Indonesia yang lagi meningkat pascalebaran 2021, Kota Solo, Jawa Tengah mengalami penurunan. Penurunan kasus COVID-19 di RT 6 RW 7, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari berasal dari klaster buka bersama.
Saat ini, jumlah warga yang terpapar COVID-19 dari klaster buka bersama di kelurahan rumah Presiden Joko Widodo itu hanya tinggal satu orang saja. "Untuk perkembangan kasus COVID-19, siang ini pasien yang sembuh sebanyak tujuh orang dari Donohudan, dan sudah diperbolehkan pulang ke rumah," tutur Sekretaris Kelurahan Sumber Winarno saat dihubungi oleh detik.com pada Jumat (28/5).
Sementara satu orang yang masih terpapar COVID-19 sedang dirawat di rumah sakit karena ada penyakit bawaan juga. Ketujuh warga yang telah dinyatakan sembuh dan boleh pulang dari Asrama Haji Donohudan menandakan sudah tidak ada lagi warga dari kampung Presiden Jokowi yang dikarantina.
"Yang karantina di Donohudan sudah nol kasus, semua sudah pulang ke rumahnya," lanjut Winarno. "Untuk pemulangan warga menggunakan feeder atau angkutan."
Kendati demikian, Winarno dan pihaknya belum bisa memastikan kapan pastinya isolasi di wilayah tersebut akan dibuka. Menurutnya, pembukaan isolasi di wilayah tersebut merupakan kewenangan dan hak penuh Pemerintah Kota Solo. "(Pembukaan isolasi) menunggu petunjuk dari Satgas COVID-19 kota," imbuhnya.
Seperti yang diketahui, jumlah kasus COVID-19 di kampung Jokowi itu sempat tembus di angka 51 kasus. Peningkatan jumlah kasus COVID-19 di kampung itu bermula dari acara buka bersama yang diadakan RT 6 RW 7. Kemudian, usai acara buka bersama itu, satu orang dinyatakan positif COVID-19.
Setelah mengetahui satu orang dinyatakan positif COVID-19, pihak setempat melakukan tracing. Dari hasil tracing tersebut, ditemukan kasus baru sebanyak 25 orang. Jumlah tersebut terus berkembang hingga 51 orang.
(wk/wahy)