Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, juga memberikan penjelasan soal Vaksin Sinopharm yang digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 29 Mei 2021 - 16:52 WIB
WowKeren - Program vaksinasi virus corona (COVID-19) terus digalakkan di Indonesia demi mencapai kekebalan berkelompok alias herd immunity. Lantas, apakah vaksin COVID-19 akan turut diberikan kepada anak-anak?
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, pun angkat bicara terkait hal tersebut. Menurutnya, pemerintah masih belum mengutamakan vaksinasi untuk anak-anak dan tengah berfokus untuk melindungi kelompok rentan dari COVID-19.
"Untuk vaksin anak-anak belum diutamakan, mengingat di tingkat dunia sebagian merek vaksin belum sepenuhnya diuji pada kategori pada anak-anak," papar Wiku dalam keterangan tertulis pada Sabtu (29/5). "Saat ini Indonesia fokus kelompok rentan, dan secara statistik didominasi usia 18 tahun. Hal ini untuk memperlambat laju penularan."
Lebih lanjut, Wiku juga mengungkapkan bahwa Vaksin Sinopharm yang saat ini digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong memiliki tingkat efikasi yang tinggi. Berdasarkan studi klinis fase III, tutur Wiku, efikasi Vaksin Sinopharm mencapai 78,02 persen.
"Studi klinis fase 3 pada lebih dari 42 ribu subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara, menunjukkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen," ungkap Wiku. "Hasil pengukuran imunogenesitas penggunaan vaksin menunjukkan pembentukan antibodi tergolong tinggi pada orang lansia dan dewasa."
Vaksin Sinopharm juga telah mendapatkan izin penggunaan darurat alias emergency use of authorization (EUA) di lebih dari 27 negara, termasuk Indonesia. Vaksin COVID-19 buatan Tiongkok tersebut juga telah mendapatkan emergency use of listing (EUL) dari WHO pada 7 Mei 2021 lalu.
Namun demikian, Wiku mengingatkan bahwa vaksinasi belum cukup untuk memberi perlindungan dari penularan COVID-19. Selain vaksinasi, masyarakat juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan.
Di sisi lain, Eropa telah memberikan lampu hijau vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-15 tahun dengan menggunakan vaksin produksi Pfizer/BioNTech. Menurut Agensi Obat Eropa (EMA), Vaksin Pfizer "ditoleransi dengan baik" oleh anak usia remaja dan tidak ada "kekhawatiran besar" urusan efek samping.
(wk/Bert)