Berdasarkan perkembangan yang terakhir dihimpunnya, Jubir BSSN Anton Setiawan menyebut oknum peretas dan penjualan 279 juta data WNI bukan berasal dari BPJS Kesehatan.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 29 Mei 2021 - 18:58 WIB
WowKeren - Perkara keamanan data kependudukan Indonesia tengah menjadi sorotan. Sebagai informasi, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diperjualbelikan di forum peretas Raid Forums dan diklaim berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Sejumlah pihak dilibatkan untuk menyelidiki temuan mengejutkan ini. Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) Anton Setiawan mengungkap bahwa kemungkinan besar kebocoran dan penjualan data ini tidak dilakukan oleh pihak internal BPJS Kesehatan.
Anton mengklaim pihak kepolisian sampai sekarang masih menelusuri siapa pemilik akun Kotz yang telah menawarkan penjualan data pribadi warga Indonesia di situs Raid Forums. Namun Anton juga mengaku belum menerima informasi baru yang lebih detail dari Bareskrim Polri.
"Saya belum update sampai seberapa jauh apakah itu aktor luar atau aktor dalam," ujar Anton dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (29/5). "Yang saya tahu terakhir, tapi ini jangan dijadikan patokan, indikasi penelusuran terhadap akun itu ada di luar."
Disebutkan Anton, Bareskrim Polri juga melakukan penyelidikan terhadap aliran uang dari penjualan data tersebut. "(Namun) kita perlu tunggu lagi teman-teman Kepolisian, supaya enggak mengganggu penyelidikan," terang Anton.
Bukan cuma Bareskrim Polri, BPJS Kesehatan juga melakukan penelusuran demi memastikan bahwa data yang bocor tersebut benar milik mereka atau bukan. Pasalnya data yang terungkap memang memiliki struktur yang mirip dengan milik BPJS Kesehatan, namun baru bisa dipastikan setelah verifikasi terhadap 1 juta sampel yang diberikan secara gratis oleh pemilik akun Kotz.
"Proses yang lain juga tetap berjalan," tutur Anton. "Justru sekarang yang lagi concern di BPJS dan BSSN adalah memperkuat sistem tersebut."
Meski demikian Anton menegaskan bahwa penjelasannya ini jangan dijadikan patokan utama. Tetap sebaiknya menanti perkembangan resmi yang disampaikan pihak-pihak terkait.
Sebelumnya, warganet dibuat heboh dengan jual beli 279 juta data penduduk Indonesia di Raid Forums. Penjualnya yakni akun Kotz mengaku data yang dimilikinya meliputi pula warga Indonesia yang sudah meninggal dunia.
(wk/elva)