Megawati Persilakan Kader Keluar Jika Tak Mau Jadi Petugas Partai, Pengamat: Menohok Pada Ganjar
pdiperjuangan.id
Nasional

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kala memberikan arahan dalam peresmian sejumlah kantor DPD dan DPC PDIP pada Minggu (30/5).

WowKeren - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mempersilakan kadernya untuk keluar jika tidak mau menjadi petugas partai. Hal tersebut disampaikan Megawati kala memberikan arahan dalam peresmian sejumlah kantor DPD dan DPC PDIP pada Minggu (30/5).

"Lebih baik, kalau saya boleh bilang, kalau enggak mau jadi petugas partai, saya enggak ngomong lagi anggota partai, petugas partai, artinya yang diberi tugas oleh partai, out," kata Megawati.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, lantas menilai pernyataan Megawati tersebut turut menyindir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ujang, Ganjar kemungkinan disindir karena dianggap terlalu berambisi maju di Pilpres 2024 dan mendahului keputusan Megawati soal pencalonan Presiden.

"(Pernyataan tersebut) pernyataan umum bagi semua kader PDI-P. Namun, sekaligus juga menyindir tajam dan menohok pada Ganjar," tutur Ujang dikutip dari Kompas.com, Senin (31/5). "Karena di internal PDIP bisa saja Ganjar dianggap mendahului tuannya, atau lebih maju dari tuannya."


Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa pernyataan Megawati dapat dimaknai bahwa semua kader PDIP, baik di eksekutif maupun legislatif, harus tunduk pada arahan dan kebijakan partai. Menurut Ujang, para kader PDIP juga harus patuh kepada Megawati selaku Ketua Umum.

"Jadi mau diperintah apa pun mesti mau dan ikut, termasuk pada Ganjar," kata Ujang. "Jika Ganjar diminta stop tuk soal pencapresan, ya Ganjar mesti ngerem soal pencapresannya itu."

Lebih lanjut, Ujang menilai bahwa kans Ganjar untuk diusung PDIP dalam Pilpres 2024 sudah tertutup. Ujang pun menyarankan agar Ganjar keluar dari PDIP apabila memang masih berambisi untuk maju sebagai Calon Presiden di Pilpres 2024.

Meski demikian, Ujang sendiri yakin bahwa Ganjar tak akan keluar dari PDIP dalam waktu dekat. Pasalnya, posisi Ganjar sebagai Gubernur Jateng dapat dipersoalkan oleh PDIP apabila ia memutuskan untuk keluar dari partai.

"Padahal dengan jabatan Gubernur tersebut, Ganjar punya panggung untuk membangun konstruksi pencitraan guna menaikan elektabilitisanya sebagai capres," pungkas Ujang. "Ganjar masih dalam dilema. Untuk saat ini mungkin masih taat. Sambil melihat perkembangan politik ke depan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait