Kasus COVID-19 Harian Sentuh Angka Seribu, DKI Jakarta Perpanjang PPKM Mikro hingga 14 Juni
Instagram/dishubdkijakarta
Nasional

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang Penerapan Pembatasaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 14 Juni mendatang. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Penerapan Pembatasaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 14 Juni mendatang. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur No. 671 Tahun 2021, Surat Gubernur No. 251/-1.772.1, dan Instruksi Gubernur No. 37 Tahun 2021.

Perpanjangan dilakukan setelah Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat peningkatan kasus aktif yang signifikan dalam dua pekan terakhir. DKI Jakarta bahkan mencatat 1.064 kasus COVID-19 baru pada Minggu (30/5) kemarin.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut peningkatan kasus kali ini lebih baik dari tahun lalu. Menurutnya, hal itu tak lepas dari upaya Satgas untuk melakukan tracing pascalibur Lebaran 2021.

"Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun kemarin yang mencapai 30 ribuan kasus. Angka ini juga didapatkan dari hasil kerja keras para petugas tracing kita untuk melakukan deteksi dini, terutama mereka yang selesai dari bepergian pada libur lebaran yang lalu," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (1/6).

Dia melanjutkan, "Ditambah lagi, kami di Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment, seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar COVID-19."


Menurut catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 31 Mei, tempat tidur isolasi yang terisi adalah 2.176. Jumlah ini setara dengan 33 persen dari 6.621 yang disediakan. Sedangkan tempat tidur ICU yang ditempati adalah 362 atau sekitar 36 persen dari kapasitas yang disediakan.

Widyastuti memaparkan, "Ini yang berbeda dari tahun lalu, di mana meskipun terjadi lonjakan kasus, bed occupancy rate kita di bawah 50 persen. Namun, kita tetap waspada untuk lonjakan kasus yang lebih parah."

Selain itu, pihaknya juga terus menggencarkan vaksinasi Corona untuk menyasar 3.000.689 warga di tahap 1 dan 2. Dari jumlah tersebut, 2.432.561 orang telah menerima dosis pertama dan 1.775.331 telah menerima dosis kedua.

Angka tersebut belum melingkupi vaksin Gotong Royong. Sebab menurut catatan pihaknya, 12.673 orang telah menerima dosis pertama vaksin Gotong Royong sebagai hasil kolaborasi sejumlah pihak.

"Harapannya, jumlah yang mendapat vaksinasi ini akan semakin meningkat dan mendekati 70 persen dari populasi, sehingga semakin cepat kita mencapai imunitas komunal. Hal ini juga diimbangi dengan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan," pungkasnya.

(wk/eval)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait