Angka Kematian Akibat COVID-19 Di Malaysia Diprediksi Capai 26 Ribu Pada September
pixabay.com/Ilustrasi
Dunia
Pandemi Virus Corona

Malaysia saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang cukup tinggi. Salah satu penelitian dari University of Washington di AS memprediksi angka kematian bisa mencapai 26 ribu kasus.

WowKeren - Sejumlah negara di dunia saat ini diketahui tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19, termasuk Malaysia. Malaysia saat ini tengah berjuang dalam menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang cukup tinggi.

Melihat adanya lonjakan yang cukup tinggi itu, sebuah studi memprediksi bahwa jumlah kematian akibat COVID-19 di Malaysia pada September mendatang bisa mencapai hingga 26 ribu kasus. Hal ini diungkapkan oleh anggota Dewan Sains Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Datuk Adeeba Kamarulzaman.

Angka prediksi itu sembilan kali lipat dari jumlah kasus kematian kumulatif per Rabu (2/6), sebesar 2.993 kasus. Selain itu, Adeeba mengatakan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Health Metric and Evaluation (IHME) dari University of Washington di Amerika Serikat juga memperkirakan bahwa tingkat kematian harian bisa mencapai 200 kasus menjelang akhir Agustus nanti.

"COVID-19 ditetapkan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Malaysia setelah serangan jantung," tutur Adeeba dalam acara "Sinar Harian" yang diselenggarakan oleh tokoh wartawan negara Tan Sri Johan Jaafar pada Rabu (2/6).


Dalam situsnya, IHME menyatakan bahwa estimasi memperhitungkan enam pendorong perubahan kematian yang terjadi sejak awal pandemi. Salah satunya adalah semua kematian yang berkaitan langsung dengan infeksi COVID-19.

Selanjutnya peningkatan kematian karena perawatan kesehatan yang tertunda atau ditangguhkan. Kemudian peningkatan kematian karena peningkatan gangguan kesehatan mental.

Adapun faktor yang bisa membuat angka kematian menurun adalah berkurangnya penularan virus Corona (COVID-19). Selain itu, adanya penurunan beberapa kondisi kronis seperti penyakit kardiovaskular yang terjadi ketika individu lemah.

Adeeba menekankan bahwa salah satu cara untuk perang melawan COVID-19 adalah melibatkan semua masyarakat Malaysia melalui penguncian wilayah total atau lockdown. Seperti yang diketahui, saat ini Malaysia tengah menerapkan penguncian wilayah hingga 14 Juni nanti.

"Kita harus mengambil perintah kontrol gerakan ini untuk benar-benar mencerminkan menyusun strategi, dan mengatur ulang," tandas Adeeba. "Buatlah rencana yang bisa kita laksanakan sambil menunggu peluncuran vaksin COVID-19 lengkap."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts