Polisi Ungkap Penyebab Kematian Wabup Sangihe, Benarkan Ada yang Janggal?
Nasional

Banyak pihak yang menduga ada kejanggalan dibalik kematian dari seorang Wabup Sangihe. Akan tetapi, pihak kepolisian telah menyebutkan bahwa penyebab kematiannya adalah penyakit jantung.

WowKeren - Kabar meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong membawa duka tersendiri bagi keluarga dan orang-orang sekitarnya. Kemudian, banyak pihak yang menilai kematian dari Helmud tidak wajar karena begitu mendadak dan misterius.

Sebelumnya, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) meminta pihak kepolisisan untuk menyelidiki penyebab kematian Helmud yang sebenarnya. Menanggapi permintaan tersebut, polisi telah membentuk tim khusus untuk menginvestigasi dugaan itu.

Baru-baru ini, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes E Zulpan menyebutkan bahwa penyebab kematian dari Helmud itu dikarenakan penyakit jantung. Hal ini berdasarkan dari analisis tim medis di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. "Diperkirakan meninggal karena jantung, karena penyakit jantung," tutur Zulpan saat dihubungi detik.com, Sabtu (12/6).

Lebih lanjut, Zulpan menerangkan bahwa tim medis bandara langsung memeriksa Helmud saat tiba di Makassar. Kemudian tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun hal yang mencurigakan.


"Kan ditanya kemarin, jadi dinyatakan meninggal itu di udara, kemudian pesawat itu kan dari Denpasar ke Makassar rutenya kan," terang Zulpan. "Begitu pesawat landing di Makassar, itu diperiksa tim medis dari bandara didampingi dengan kepolisian."

Meski demikian, Zulpan enggan membeberkan alasan dari tim medis menyimpulkan bahwa Helmud meninggal dunia karena penyakit jantung. "Itu tanya saja dokter itu, jangan saya lagi, tanya dokter bandara, tim medis (yang memeriksa korban)," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan dugaan kematian Helmud yang janggal, Zulpan menuturkan bahwa hal tersebut belum bisa dibuktikan lebih lanjut. "Kalau dikaitkan dengan sebelum dia berangkat ke Jakarta dia menolak proyek tambang, saya rasa itu ditanyakan ke Polda Sulut," jelas Zulpan.

Zulpan menegaskan bahwa pihaknya hanya mengetahui jika Helmud meninggal akibat dari penyakit jantung seperti yang dikatakan tim medis bandara. "Saya tidak mengetahui masalah itu (dugaan kejanggalan kematian Helmud), Saya hanya memastikan sebagai Kabid Humas Polda Sulsel bahwa begitu mendarat di Makassar, itu dinyatakan meninggal tidak ada tanda-tanda kekerasan," imbuhnya.

Di sisi lain, polisi tidak bisa melanjutkan autopsi untuk menyelidiki dugaan kejanggalan dari kematian Helmud, sebab pihak keluarganya menolak akan hal tersebut. "Dan tidak meminta kepolisian melakukan autopsi, langsung melakukan prosesi di pemakaman," tutup Zulpan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts