28 Kasus Varian India Terdeteksi di Kudus, UGM Ungkap Kemungkinan Sudah Ada Transmisi Lokal
Unsplash/Hadi Utama
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi, 28 dari 34 sampel dari Kudus yang diperiksa terkonfirmasi sebagai varian B16172 atau varian Delta asal India.

WowKeren - Wilayah Kudus, Jawa Tengah, diketahui mengalami lonjakan kasus virus corona (COVID-19) beberapa waktu belakangan ini. Kelompok Kerja (Pokja) Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM lantas melakukan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap sampel dari Kudus.

Menurut Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM, dr Gunadi, 28 dari 34 sampel yang diperiksa terkonfirmasi sebagai varian B16172 atau varian Delta asal India. Dengan demikian, kemungkinan sudah terjadi transmisi lokal varian Delta di Tanah Air, khususnya di Kudus.

"Sebelumnya sudah terdeteksi beberapa kasus namun bersifat acak, dan sekarang sudah menjadi klaster di daerah Kudus. Artinya, kemungkinan besar sudah terjadi transmisi lokal di Indonesia, khususnya di Kudus," terang dr Gunadi dalam keterangan tertulis, Senin (14/6). "Tidak menuntup kemungkinan transmisi lokal juga keluar dari Kudus."

Lebih lanjut, Gunadi mengingatkan bahwa varian Delta ini telah diklasifikasikan sebagai Variant of Concern (VoC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini berarti, varian tersebut berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat global.


"Varian delta ini bisa menurunkan respon sistem imun kita terhadap infeksi Covid-19, baik respon imun yang ditimbulkan oleh infeksi alamiah maupun vaksin," jelas dr Gunadi.

Selain itu, kasus di India juga menunjukkan bahwa transmisi varian Delta ini begitu cepat terjadi. Oleh sebab itu, dr Gunadi pun meminta masyarakat untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga vaksinasi.

"Prokes harus diperketat," tegasnya. "Meski sudah vaksin, prokes tidak boleh longgar."

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga mengumumkan temuan varian asal India di Kudus. Dengan adanya temuan itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan penularannya serta lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Sekali lagi dicatat, varian baru virus COVID-19 sudah masuk di Kudus," tutur Ganjar saat melakukan kunjungan kerja di Posko COVID-19, Kudus, Minggu (13/6). "Maka masyarakat harus sadar betul akan penularannya yang lebih cepat dibanding virus varian sebelumnya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts