Tren COVID-19 Menurun, India Berani Buka Kembali Taj Mahal
Dunia
Pandemi Virus Corona

India mulai melonggarkan pembatasan imbas meredanya 'tsunami' COVID-19, termasuk membuka monumen ikonik Taj Mahal. Hanya 650 turis yang boleh diizinkan masuk kawasan Taj Mahal.

WowKeren - Beberapa waktu lalu India memutuskan melonggarkan pembatasan mobilitas masyarakat. India mengungkap tingkat infeksi virus Corona di negaranya sudah menurun, bahkan mencapai titik terendah dalam 73 hari, hingga bisa mulai melonggarkan pembatasan.

Kini langkah pemerintah India bahkan semakin berani dengan membuka kembali Taj Mahal mulai Rabu (16/6). Namun pembukaan bangunan ikonik yang dibangun pada abad ke-17 itu diimbangi dengan beberapa peraturan khusus, termasuk jumlah turis yang boleh masuk.

Kepala Distrik Agra, Uttar Pradesh, yang menjadi lokasi berdirinya Taj Mahal, Prabhu Singh, mengungkap monumen bersejarah itu bisa dikunjungi sampai 20 ribu orang dalam sehari. Namun tentu saja hal tersebut terjadi pada kondisi normal. Sedangkan kali ini pemerintah hanya mengizinkan 650 turis masuk kawasan Taj Mahal karena pandemi COVID-19.

Taj Mahal sendiri ternyata bukan satu-satunya lokasi wisata yang mulai dibuka oleh otoritas India. Red Fort dan Qutub Minar di New Delhi misalnya juga mulai dibuka meski menuai kontroversi karena status pengendalian pandemi COVID-19 di Negeri Bollywood.


Banyak pihak menilai India terlalu cepat memutuskan melonggarkan pembatasan. Namun langkah ini juga didukung sejumlah pihak demi memulihkan perekonomian negara yang hancur dihantam pandemi.

Sebagai contoh, negara bagian Uttar Pradesh, tempat Taj Mahal berdiri, melaporkan 270 kasus COVID-19 baru dalam semalam. Bahkan angka kematiannya pun tinggi, yakni sebanyak 56, demikian dilaporkan Today Online.

Tak pelak sejumlah pihak khawatir pembukaan perekonomian secara perlahan ini berpotensi meledakkan kembali kasus COVID-19 di India. Sebab kerumunan, yang notabene menjadi "lahan basah" penularan COVID-19, mulai ditemukan di beberapa lokasi seperti kemacetan panjang di bagian utara Shimla yang terkenal karena keindahan pemandangan puncak Himalaya.

Kementerian Kesehatan India pada Rabu (16/6) melaporkan 62.224 kasus baru COVID-19, yang jauh lebih rendah daripada ratusan ribu kasus di awal Mei namun meningkat sedikit dibandingkan sehari sebelumnya. Sedangkan angka kematian COVID-19 dalam sehari mencapai 2.542.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts