Puluhan ABK RI Yang Terombang-Ambing Di Perairan Timor Leste Berhasil Dievakuasi
pixabay/ilustrasi
Nasional

Dunia maya sempat digegerkan dengan video viral yang menunjukkan puluhan ABK tengah terkatung-katung di lautan. Menanggapi hal tersebut, Bakamla langsung mengirimkan bantuan dan mengevakuasi para ABK.

WowKeren - Belakangan ini, dunia maya digegerkan dengan sebuah video viral yang menunjukkan 21 anak buah kapal (ABK) terombang-ambing di perairan Timor Leste. Mereka diketahui terkatung-katung di atas lautan selama kurang lebih empat bulan. Adapun kapal yang ditumpanginya adalah Kapal Motor Tanker Ocean Star.

Menanggapi video viral tersebut, Badan Keamanan Laut (Bakamla) langsung mengirimkan bantuan berupa kapal KN Ular Laut-405 di Tual, dan KN Kuda Laut-403 di Ambon untuk menyelamatkan para ABK itu. Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita memastikan saat ini 21 ABK tersebut telah berhasil dievakuasi. Mereka juga telah ditangani oleh KBRI di Timor Leste.

Meski demikian, keadaan para ABK tersebut masih belum sepenuhnya membaik dan stabil. Mereka masih berada di lautan Timor Leste dan belum bisa untuk pulang ke kediaman masing-masing. "Saat ini mereka masih berada di perairan Timor Leste," terang Wisnu saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (18/6).


Adapun kronologi dari peristiwa tersebut adalah pada mulanya kapal tiba di Dili pada 3 April lalu, untuk mendukung kegiatan operasional minyak dan gas (migas) di Timor Leste. Kapal sewaan yang ditumpanginya itu tiba-tiba mati mesin dan listrik.

Kemudian status bahan bakar minyak pun sudah menunjukkan 0 persen. Oleh sebab itu, hanya genset penerangan saja yang dapat dinyalakan. Hal ini juga menyebabkan pompa tidak dapat berfungsi untuk menanggulangi kebocoran pada salah satu ruangan.

Di tengah evakuasi kepada para puluhan ABK tersebut, terungkap bahwa mereka belum juga menerima upah atau gaji dari pihak perusahaan yang menyewa jasanya. Hal ini diungkapkan oleh Nurliah yang merupakan salah satu istri ABK.

Lebih ironisnya lagi, para ABK itu ditelantarkan oleh perusahaan dan hanya mengkonsumsi mi instan bantuan dari KBRI di Timor Leste. Selain itu, perusahaan juga sudah tidak lagi menyuplai stok BBM. "Kondisi terakhir hanya mengkonsumsi Indomie, itu pun bantuan dari pihak KBRI bukan dari perusahaan, kemudian stok BBM-nya juga tidak disuplai lagi," terang Nurliah.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts