Keterisian Ranjang Meningkat, Warga DKI Jakarta Diminta Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah
pixabay.com/ilustrasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Lonjakan COVID-19 di DKI Jakarta menyebabkan sejumlah lokasi isolasi penuh. Hal ini membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta masyarakat untuk melakukan isolasi di rumah masing-masing.

WowKeren - Lonjakan COVID-19 di DKI Jakarta hingga saat ini masih belum berakhir. Bahkan lonjakan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, justru sebaliknya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan bahwa wisma yang digunakan untuk isolasi bagi pasien COVID-19 saat ini sudah penuh. Pihaknya mengatakan akan membuka lokasi baru untuk isolasi pasien COVID-19.

Widyastuti mengungkapkan bahwa keterisian tempat tidur di ruang isolasi saat ini mengalami kenaikan yang tinggi. Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri di rumah saja. "Sehingga kami mengajak bagaimana warga mampu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," tutur Widyastuti kepada wartawan, Senin (21/6).

Lebih lanjut, Widyastuti mengatakan bahwa pihaknya akan membuka lokasi isolasi baru di Rusun Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara. Selain itu, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan puskesmas di sejumla wilayah untuk membantu menangani pasien COVID-19. Termasuk mekanismenya apabila terjadi hal buruk saat proses karantina.


Kemudian, Widyastuti juga meminta seluruh masyarakat di sekitar lingkungan isolasi untuk turut mendukung adanya kegiatan tersebut. Hal ini dikarenakan dalam menangani pandemi COVID-19 memerlukan kerja sama dari semua pihak.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Sarjoko mengungkapkan bahwa ada 5 tower di Rusun Nagrak yang telah dipersiapkan sebagai lokasi isolasi. Masing-masing tower memiliki 225 unit.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga sempat membuka sejumlah wisma untuk isolasi pasien COVID-19 dengan kategori tanpa gejala. Adapun lokasi yang dijadikan tempat isolasi adalah Graha Wisata Ragunan, Jakarta Selatan, dan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Total keseluruhan ada sekitar 29 lokasi yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan bahwa ibu kota berada pada fase genting COVID-19. Akan tetapi, mobilitas masyarakat DKI masih terbilang tinggi. Sejumlah jalanan ibu kota terpantau masih cukup padat, bahkan macet.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts