Panik Gempa Bumi 5,3 M Di DIY, Pasien COVID-19 Berhamburan Keluar
Pxhere
Nasional

Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini gempa bumi terjadi di DI Yogyakarta, pada Senin (28/6). Adanya gempa tersebut membuat masyarakat panik hingga berhamburan ke luar ruangan atau rumah, termasuk pasien COVID-19.

WowKeren - Pada Senin (28/6), gempa bumi terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun gempa tersebut awalnya diketahui berkekuatan magnitudo 5,1, kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,3. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Akan tetapi, masyarakat tetap merasa panik dan berhamburan ke luar rumah, termasuk pasien COVID-19. Seperti yang terjadi di shelter Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman. Saat terjadi gempa, puluhan pasien COVID-19 yang dirawat di shelter UII panik dan berhamburan sampai teras kamar. Sebagian dari mereka terlihat belum sempat mengenakan masker.

Setelah gempa dan guncangan berakhir, mereka langsung kembali ke kamar masing-masing yang berada di lantai empat. "Seram, tapi kan enggak boleh turun," tutur Ayu salah satu pasien yang dirawat di shelter UII saat dihubungi Suara Merdeka Solo.


Selain Ayu, ada juga warga Sidoagung, Godean, Sleman, yang panik hingga mereka semua berhamburan ke luar rumah. Salah seorang warga mengatakan bahwa guncangan yang terjadi sangat kencang. Pada saat kejadian, Purnomo Edi masih dalam keadaan tidur dan merasakan ranjangnya bergoyang-goyang, sehingga ia langsung beranjak dan keluar rumah. "Jadi aku keluar rumah, warga juga pada keluar rumah," tutur Edi.

Di sisi lain, banyak masyarakat yang mempertanyakan apakah gempa bumi tersebut terjadi berkaitan dengan aktivitas gunung merapi belakangan ini. Menanggapi pertanyaan tersebut, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengatakan bahwa belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan keterkaitan dua fenomena alam tersebut.

Lebih lanjut, BPPTKG menyampaikan bahwa guncangan gempa bumi itu turut dirasakan hingga ke seluruh pos pengamatan Gunung Merapi. Kendati demikian, hingga gempa tektonik itu berakhir, belum ada perubahan signifikan dari Gunung Merapi.

"Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang secara konsisten membuktikan gempa tektonik dapat mempengaruhi aktivitas vulkanik," tutur BPPTKG dalam Twitter-nya, Senin (28/6). "Adapun aktivitas vulkanik Merapi sendiri saat ini masih cukup tinggi, ditandai dengan kejadian guguran lava dan awan panas guguran."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait