Kasus COVID-19 Meningkat Hingga 381 Persen, Satgas Sebut Masuki Gelombang Kedua
covid19.go.id
Nasional

Penambahan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia, yang berujung dengan terjadinya lonjakan signifikan dan mencetak rekor baru, membuat Satgas mengatakan bahwa saat ini telah memasuki gelombang kedua.

WowKeren - Lonjakan COVID-19 di Indonesia belakangan ini semakin meningkat. Pemerintah pun hingga saat ini juga masih terus berupaya untuk bisa mengendalikan lonjakan tersebut.

Melihat kondisi yang seperti itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyatakan bahwa Indonesia telah memasuki gelombang kedua. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Wiku menerangkan bahwa puncak pertama kasus COVID-19 terjadi pada Januari 2021, dengan jumlah kasus mingguan mencapai 89.902 kasus. Sementara kasus mingguan pada pekan ini mencapai hingga 125.396 kasus. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus mingguan pada bulan Januari 2021.

Bahkan pada pekan lalu, jumlah kasus harian mencetak rekor baru sebagai kasus tertinggi yakni bertambah 21.345 kasus. "Hal ini menandakan second wave atau gelombang kedua kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia," tutur Wiku dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6).


Wiku memaparkan bahwa lonjakan COVID-19 yang terjadi usai libur Idul Fitri itu mengalami kenaikan kasus hingga 381 persen atau lima kali lipat dari kenaikan kasus terendah, dan mencapai puncaknya dalam kurun waktu enam minggu. Padahal, sebelumnya Indonesia sempat mengalami penurunan selama 15 minggu dengan total hingga 244 persen.

"Kenaikan yang mulai terjadi satu minggu setelah periode libur lebaran, awalnya kenaikan terlihat normal dan tidak terlalu signifikan," terang Wiku. "Namun, memasuki minggu keempat pasca periode libur tersebut kenaikan menjadi meningkat tajam dan berlangsung selama tiga minggu hingga mencapai puncak kedua di minggu terakhir."

Lebih lanjut, pada lonjakan kali ini juga disebabkan oleh masuknya varian baru COVID-19 di Indonesia. Selain itu, pada periode kali ini juga menyebabkan kasus COVID-19 menyerang pada anak-anak usia 0-12 tahun.

Wiku menuturkan bahwa lonjakan COVID-19 yang terjadi di Indonesia ini juga sumbangan dari sejumlah provinsi yang kasusnya meningkat. Adapun provinsi tersebut seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Kemudian, disusul oleh Jawa Timur yang juga mengalami kenaikan kasus COVID-19 cukup signifikan dan cepat. Meningkatnya kasus COVID-19 di Jawa Timur ini ditandai dengan penuhnya bed occupancy rate atau BOR di beberapa rumah sakit.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait