Mendikbudristek Nadiem Makarim kembali mengungkap seberapa besar ugensi menambah jumlah pengajar di sekolah negeri saat seleksi PPPK Guru 2021 gagal mencapai 1 juta formasi.
- Elvariza Opita
- Kamis, 01 Juli 2021 - 17:58 WIB
WowKeren - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim sudah beberapa kali menyampaikan soal perkara kekurangan tenaga pengajar di Indonesia. Topik inilah yang kembali Nadiem sampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada Kamis (1/7).
Kali ini Nadiem buka-bukaan bahwa Indonesia membutuhkan sampai 2,2 juta guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk sekolah negeri. Sebab saat ini Indonesia baru memiliki 1,3 juta guru, sehingga masih membutuhkan 900 ribu tambahannya.
"Pemerintah telah menyediakan sekitar 300 ribu satuan pendidikan formal," ujar Nadiem. "Dengan standar kurikulum yang berlaku saat ini, kita memerlukan lebih dari 2,2 juta guru."
Menurut Nadiem, tahun 2020 saja jumlah guru honorer yang tersedia sekitar 700 ribu dari total kebutuhan 1 juta orang. Alhasil ada 150 ribu guru yang memiliki beban mengajar yang lebih dari semestinya.
"Kami bahkan sempat menemukan kasus ekstrem di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, di mana terdapat SD negeri yang memiliki satu guru ASN," tutur Nadiem. "Guru tersebut pun terpaksa mengajar di enam kelas berbeda secara bersamaan."
Namun kekhawatiran akan kurangnya tenaga pengajar ini malah seolah tidak tercermin di rekrutmen seleksi PPPK tahun 2021 ini. Sebab pemerintah hanya membuka 531.076 formasi.
Pada kesempatan tersebut, Nadiem juga menyoroti soal masalah kesejahteraan guru honorer. Sebab menurut Nadiem, masih banyak guru honorer yang tidak mendapatkan gaji dengan layak, bahkan beberapa kali hanya hitungan ratusan ribu rupiah, karena sekolah tidak mampu membayar.
"Hal itu dikarenakan perbedaan kemampuan sekolah untuk menggaji guru honorer. Di samping itu sekarang tercatat 88 persen guru non-PNS tidak memiliki sertifikasi di mana 55 persen di antaranya merupakan guru honorer sekolah negeri," ujar Nadiem. "Sudah sangat jelas masih banyak kerjaan yang harus kita kerjakan untuk memperbaiki sistem pendidikan."
(wk/elva)