Investigasi KMP Yunicee, KNKT Temukan Penumpang Gelap Tak Tercatat Pada Dokumen
Twitter/SAR_NASIONAL
Nasional

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait dengan peristiwa tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali pada Selasa (29/6). Dalam investigasinya, ditemukan ada penumpang gelap.

WowKeren - Pada Selasa (29/6), Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Yunicee dilaporkan tenggelam di Selat Bali. Saat ini, lokasi kerangkanya telah ditemukan di kedalaman 72 hingga 78 meter.

Tim Keselamatan Pelayaran pada Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT melakukan investigasi terhadap KMP Yunicee. Khususnya mendata para penumpang yang tidak masuk manifes atau dokumen jasa angkutan pelayaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Bambang Irawan selaku Ketua Tim Investigator Keselamatan Pelayaran pada KNKT di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (1/7). "Kami akan cari tahu, kenapa bisa terjadi seperti itu? Karena ini berhubungan dengan keselamatan seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK)," terang Bambang.

Bambang menuturkan bahwa penumpang merupakan prioritas, apalagi KMP Yunicee merupakan kapal penyeberangan. Selain mendata penumpang gelap alias yang tidak termanifes, KNKT juga mengumpulkan berbagai data yang berkaitan dengan kecelakaan kapal tersebut.


Tugas itu sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2018 Pasal 256/257. "Pada intinya, KNKT mengumpulkan berbagai data, baik dari perusahaan pelayaran, ABK, termasuk kondisi cuaca saat itu, dan prosedur pemuatannya serta data lainnya," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa KNKT belum bisa memberikan pernyataan terkait penyebab tenggelamnya KMP Yunicee. Hal ini dikarenakan tim investigator harus mendapatkan data dan investigasi dari berbagai pihak terlebih dahulu.

Setelah mendapatkan keterangan dari berbagai pihak, tim investigator akan melaksanakan analisa bersama sampai menjadi kesimpulan. "Kami tidak bisa memberikan pernyataan penyebabnya sekarang, karena masih terlalu dini, jadi kami akan mencari dulu data-data semuanya dan dipelajari dan dianalisa, nanti baru ada kesimpulan," imbuh Bambang.

Selain itu, tim KNKT juga akan mengecek riwayat perawatan dari KMP Yunicee itu sendiri. Kemudian juga mengecek kondisi terakhir kapal feri lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk itu.

Sebagai informasi, hingga hari ketiga sejak peristiwa nahas itu terjadi, dari 57 penumpang KMP Yunicee, termasuk ABK, tercatat ada 39 orang ditemukan selamat. Lalu, 7 orang ditemukan meninggal, dan 11 orang lainnya hingga saat ini masih belum ditemukan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait