Badan penerbangan negara Rusia, Rosaviatsiya, mengatakan bahwa bagian-bagian pesawat ditemukan sekitar 3 mil jauhnya dari landasan pacu bandara. Diduga tak satupun yang selamat.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 07 Juli 2021 - 08:05 WIB
WowKeren - Sebuah insiden kecelakaan kembali terjadi di Rusia. Sebuah pesawat yang membawa 28 orang jatuh pada hari Selasa (6/7). Peristiwa ini diduga terjadi saat pesawat akan mendarat di tengah cuaca buruk di Timur Jauh Rusia.
Pejabat setempat mengatakan puing-puing dari An-26 ditemukan di sisi tebing pantai dan di laut dekat bandara di kota Palana. Pesawat itu hendak melakukan pendaratan dalam kabut dan awan ketika melewatkan komunikasi yang dijadwalkan dan menghilang dari radar, kata para pejabat dari wilayah Kamchatka.
Sergei Gorb, wakil direktur perusahaan maskapai, Kamchatka Aviation Enterprise, mengatakan pesawat "praktis menabrak tebing laut," yang seharusnya tidak berada di lintasan pendaratannya. Alexei Khabarov, direktur Kamchatka Aviation Enterprise, mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa secara teknis pesawat itu dalam kondisi baik sebelum lepas landas dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky.
Armada itu sendiri telah beroperasi sejak tahun 1982 lalu, sebagaimana dilaporkan kantor berita Rusia Tass. Menurut laporan media Rusia, tidak satu pun dari enam anggota awak maupun 22 penumpang yang selamat dari kejadian nahas tersebut. Namun, belum ada mayat yang ditemukan, dan tidak ada konfirmasi resmi dari laporan tersebut.
Badan penerbangan negara Rusia, Rosaviatsiya, mengatakan bahwa bagian-bagian pesawat ditemukan sekitar 3 mil jauhnya dari landasan pacu bandara. Armada Pasifik Rusia mengatakan kepada kantor berita bagian dari badan pesawat ditemukan di sisi gunung dan bagian lainnya mengambang di Laut Okhotsk.
Proses pencarian dan evakuasi pun dilakukan di daerah pegunungan. Namun Gubernur Kamchatka Vladimir Solodov mengatakan jika misi tersebut terpaksa dihentikan lantaran hari sudah malam dan cuaca yang buruk. Selain itu, area tempat pesawat jatuh juga merupakan medan yang sulit.
"Situs itu sendiri sulit diakses, helikopter tidak bisa mendarat di sana," kata Solodov dalam video. "Karena kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, operasi penyelamatan harus dihentikan sementara. Ini akan dilanjutkan besok pagi."
Pencarian tak hanya dilakukan di darat. Pihak berwenang berencana untuk mengerahkan penyelam dan penyelamat profesional yang terlatih untuk bekerja di daerah pegunungan.
(wk/zodi)