Semua Exit Tol Jateng Bakal Ditutup Tanggal 16-22 Juli, Lockdown?
id.wikipedia.org
Nasional

Forkopimda Jawa Tengah sepakat menutup semua exit tol mulai dari Brebes sampai Sragen mulai tanggal 16 sampai 22 Juli 2021. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membatasi secara lebih ketat mobilitas warga demi mengendalikan wabah COVID-19. Jawa Tengah salah satu yang menerapkannya, bahkan siap meningkatkan keketatan pembatasan mobilitasnya dengan menutup seluruh jalan keluar atau exit tol mulai 16 sampai 22 Juli 2021.

Hal ini seperti disampaikan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy. Iqbal menyebut, terdapat 27 exit tol yang akan terdampak kebijakan ini, yakni mulai dari Brebes sampai Sragen.

"Hasil koordinasi dengan Forkopimda Jawa Tengah," ujar Iqbal dalam pesan singkatnya, Selasa (13/7). "Seluruh akses masuk Jawa Tengah ditutup termasuk exit tol di 27 pintu exit tol akan kita tutup total mulai hari Jumat tanggal 16 sampai dengan tanggal 22."

"Semua exit tol dari Brebes sampai perbatasan Sragen," sambungnya. Lantas akan seperti apa dampaknya dengan penutupan seluruh exit tol ini?


Disebutkan Iqbal, kebijakan ini membuat kendaraan-kendaraan dari Jakarta yang sudah masuk tol tidak bisa keluar di wilayah Jawa Tengah. "Dari Jatim juga tidak bisa ke Jateng," imbuh Iqbal.

Karena itulah Iqbal mengimbau masyarakat untuk mengurangi saja mobilitas di luar rumah selama masa PPKM Darurat. Termasuk dengan tidak bepergian antarprovinsi seiring dengan penutupan exit tol seperti yang kini dilakukan.

"Kami imbau untuk masyarakat agar tetap di rumah saja," tegas Iqbal. "Ini penting karena untuk menyelamatkan seluruh warga dari bahaya virus Corona."

Di sisi lain, pemerintah telah menyampaikan sejumlah syarat penting agar kasus COVID-19 harian bisa turun sampai di bawah 10 ribu per Agustus 2021 nanti, yakni dengan menekan mobilitas. Meski demikian, pemerintah juga menyiapkan "skenario terburuk" berupa PPKM Darurat yang akan diperpanjang sampai 6 pekan walau sampai saat ini belum ada keputusan pasti.

"Risiko pandemi COVID-19 masih tinggi, khususnya varian Delta," terang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam paparannya, Senin (12/7). "PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus, mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait