Sebut Jangan Sampai DPR Tak Dapat ICU, Ketua PAN Beri Klarifikasi
Pixabay/ilustrasi
Nasional

Sejumlah politikus Fraksi PAN mengeluarkan pernyataan kontroversional terkait dengan pandemi COVID-19. Salah satunya pun akhirnya memberikan klarifikasi atas apa yang telah disampaikan.

WowKeren - Lonjakan COVID-19 yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan, membuat kapasitas rumah sakit mengalami peningkatan, bahkan penuh. Hal ini membuat masyarakat yang ingin berobat ke rumah sakit kesulitan mendapatkan ruang perawatan.

Sementara itu, baru-baru ini, sejumlah politikus PAN menuai kontroversi lewat sebuah pernyataan yang berkaitan dengan pandemi COVID-19. Ulah mereka ini pun mendapat sorotan dari masyarakat.

Adapun ulah tersebut berawal dari Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus yang pada saat itu menolak untuk melakukan isolasi mandiri usai pergi dari luar negeri. Kemudian, ada pernyataan kontroversi dari Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw yang meminta rumah sakit khusus untuk pejabat.

Tak hanya itu, ada lagi yang terbaru adalah Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meminta agar para anggota DPR mendapat prioritas ICU. Hal ini disampaikannya karena merasa kehilangan rekan kerjanya yakni John Siffy Mirin akibat terpapar COVID-19.

Maka dari itu, Saleh tidak ingin lagi ada anggota DPR yang tidak mendapatkan ruang ICU di rumah sakit. Hal ini disampaikannya dalam rapat Komisi IX DPR pada Selasa (13/7) kemarin. Dalam rapat itu pun turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.


"Saya tidak mau lagi misal mendengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat ICU, seperti yang dialami oleh anggota Fraksi PAN saudaraku John Siffy Mirin, anggota DPR dari Papua tidak dapat ICU ya," terang Saleh.

Sementara itu, terkait dengan pernyataannya tersebut, Saleh memberikan klarifikasi. Ia mengaku pernyataan tersebut dilontarkannya merupakan cerita tentang keluarganya yang meninggal dunia karena tidak mendapatkan ICU.

"Saya menyebut bahwa saya sempat menghubungi RSPI Sulianti Saroso karena masih dalam antrean, akhirnya terlambat dan tidak tertolong," terangnya.

Selanjutnya, Saleh mengaku merasa perlu untuk meluruskan apa yang telah disampaikannya dalam rapat tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak bermaksud untuk mengistimewakan para pejabat ataupun anggota DPR RI. Ia mengaku memikirkan bagaimana agar pemerintah bisa mempersiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien COVID-19 tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial.

"Saya mengikuti rapat tersebut sampai selesai, saya ikut memastikan agar usulan soal penyediaan fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan, dan lain-lain masuk dalam kesimpulan itu," tandas Saleh.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait