Media The Japan Times menyoroti kasus COVID-19 harian Indonesia yang kini telah menyalip India. Media tersebut juga membandingkan kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia dan India.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 14 Juli 2021 - 21:30 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID- 19) di Indonesia yang terus mengalami peningkatan mendapat sorotan dari sejumlah media asing. Media The Japan Times misalnya, menyoroti kasus COVID-19 harian Indonesia yang kini telah menyalip India.
Dalam artikel berjudul "Indonesia surges past India to become new pandemic epicenter", media tersebut menulis bahwa Indonesia telah mencatat lebih dari 40 kasus positif baru selama dua hari berturut-turut pada Senin (12/7) dan Selasa (13/7). Padahal pada bulan lalu, angka kasus COVID-19 harian Indonesia berada di bawah 10 ribu.
"Para pejabat khawatir bahwa varian baru yang lebih menular sekarang menyebar di luar pulau utama negara itu, Jawa, dan dapat melelahkan pekerja rumah sakit serta pasokan oksigen dan obat- obatan," demikian kutipan artikel tersebut.
Sementara itu, India disebut "hanya" melaporkan kurang dari 33 ribu kasus positif baru pada Selasa kemarin, atau lebih rendah dibanding kasus harian Indonesia. Meski demikian, angka kasus harian Indonesia saat ini masih jauh lebih rendah dibandingkan rekor kasus harian India yang mencapai angka 400 ribu pada Mei 2021 lalu.
The Japan Times juga membandingkan kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia dan India. Rata-rata kematian COVID- 19 harian di Indonesia selama tujuh hari terakhir mencapai 907 kasus, sedangkan India melaporkan rata-rata yang sedikit lebih tinggi, yakni 1.072 kasus.
Sementara itu, situs online Australia news.com.au membagikan potret situasi pandemi COVID-19 Indonesia. Dalam artikel bertajuk "Graphic photos from Indonesia’s Covid-19 outbreak show country on the brink", Indonesia yang merupakan negara tetangga Australia disebut tengah berada dalam cengkeraman krisis COVID-19.
"Para dokter sekarat 'hampir setiap minggu' akibat COVID-19 di Indonesia, yang dijuluki sebagai wabah terburuk di Asia," demikian kutipan artikel tersebut.
Selain itu, artikel tersebut juga menyoroti angka kasus COVID-19 harian yang telah menembus 40 ribu selama dua hari berturut- turut meski pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.
Kekurangan stok oksigen juga disebut menjadi penyebab kematian 33 pasien COVID-19 pada awal Juli 2021 ini. Media tersebut juga menyoroti banyaknya pasien yang terpaksa ditolak rumah sakit karena krisis COVID-19.
"Namun, Presiden Joko Widodo pekan ini memuji penanganan pandemi yang dilakukan negaranya," lanjut artikel tersebut.
(wk/Bert)