Pemerintah Jerman saat ini tengah mengkaji ulang dan mempelajari bencana alam banjir yang melanda pada pekan lalu, serta menewaskan ratusan orang. Hal ini dilakukan agar tidak kembali menelan banyak korban.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 19 Juli 2021 - 17:22 WIB
WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, banjir terjadi di kawasan Eropa Barat dan menewaskan 180 orang. Terkait dengan peristiwa tersebut, pemerintah Jerman mempersiapkan hal-hal untuk menghadapi banjir jika kembali terjadi.
Para pejabat Jerman pun mengakui bahwa mereka perlu belajar untuk mengatasi bencana alam tersebut. Kemudian pada Senin (19/7), upaya mencari korban dan membersihkan puing-puing akibat banjir masih terus dilakukan di bagian Barat Jerman, Belgia Timur dan Belanda.
Sebenarnya, potensi banjir akibat curah hujan tinggi tersebut telah diprediksi sebelumnya. Akan tetapi, peringatan akan potensi kerusakan yang sangat besar tampaknya tidak sampai ke seluruh masyarakat, sehingga banyak korban berjatuhan.
"Begitu kita memberikan bantuan langsung yang berdiri di garis depan sekarang, kita harus melihat apakah ada hal-hal yang tidak berjalan baik, apakah ada hal-hal yang salah, dan kemudian mereka harus diperbaiki," tutur Peter Altmaier selaku Menteri Ekonomi kepada surat kabar Bild. "Itu bukan tentang menunjuk jari, ini tentang perbaikan untuk masa depan."
Sementara itu, Kepala Badan Perlindungan Sipil Jerman Armin Schuster mengatakan bahwa layanan cuaca negara itu telah memprediksi relatif baik dan menyatakan bahwa negaranya siap menghadapi banjir, khususnya akibat luapan sungai. Hal ini disampaikannya kepada televisi ZDF, Minggu (18/7) malam.
"Setengah jam sebelumnya, seringkali tidak mungkin untuk mengatakan tempat mana yang akan terkena air dalam jumlah berapa," jelas Armin. Ia menuturkan bahwa pihaknya telah mengirimkan 150 pemberitahuan peringatan melalui aplikasi dan media.
Selain itu, Armin juga mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengatakan di mana sirene berbunyi dan tidak. Maka dari itu, perlu untuk dilakukan penyelidikan.
Sementara itu, untuk wilayah negara bagian Jerman yang terkena dampak paling parah adalah Rhineland-Palatinate. Para pejabat di negara bagian itu mengatakan bahwa mereka siap menghadapi banjir dan pemerintah kota telah diperingatkan dan diminta untuk bertindak.
Kendati demikian, Menteri Dalam Negeri negara bagian tersebut, Roger Lewentz, usai mengunjungi desa Schuld yang terkena dampak paling parah, bersama Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa mereka memiliki masalah terkait dengan infrastruktur. "Kami tentu memiliki masalah bahwa infrastruktur teknis-listrik dan sebagainya, hancur dalam sekali jalan," terangnya.
(wk/tiar)