Ribuan Restoran Jabodetabek Gulung Tikar Di Kala PPKM Level 4 Diperpanjang
Unsplash/Nick Karvounis
Nasional
PPKM Darurat

Menurut Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran, Emil Arifin, sudah banyak restoran yang gulung tikar pada bulan Juli saja.

WowKeren - Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau Level 4 hingga 25 Juli 2021. Pengusaha restoran pun mengeluhkan "napas" mereka yang hampir habis imbas kebijakan ini.

Menurut Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran, Emil Arifin, sudah banyak restoran yang gulung tikar pada bulan Juli ini. Pasalnya, saat lonjakan COVID-19 terjadi, restoran selalu menjadi sasaran pembatasan kegiatan untuk mengurangi kerumunan.

"Kalau restoran-restoran sih saya kira habis ya napasnya untuk bulan bulan Juli ini, sudah banyak yang sudah kolaps, gulung tikar banyak, bulan Juli ini sudah berat sekali," ungkap Emil kepada detikcom, Kamis (22/7). "Ini kan kita sudah satu setengah tahun dan hampir 12 kali PSBB, PPKM, selalu sasaran tembaknya kan restoran sama mal tutup."

Emil menjelaskan bahwa di wilayah Jabodetabek saja, sudah ada 1.033 restoran yang tutup permanen per Desember 2020. Sementara itu, lebih dari 400 restoran terpaksa tutup sementara.

"Jadi ada teman-teman yang punya delapan restoran sekarang cuma punya tiga. Lima (tutup) permanen," jelasnya.


Adapun 400 restoran yang sempat tutup sementara itu diperkirakan Emil kini sudah tutup permanen. Dengan demikian, jumlah restoran yang gulung tikar kini telah mencapai sekitar 1.500.

"Yang tutup saja kemarin kita data 1.500-an itu baru Jabodetabek ya, belum Jawa-Bali. Itu yang Desember ya data itu," paparnya. "1.033 yang tutup permanen, yang 400 tutup sementara, yang 400-an sekarang sudah tutup permanen."

Selain ke pengusaha, pembatasan ini juga berdampak ke pegawai restoran sendiri. Menurut Emil, sekitar 200 ribu pegawai restoran telah di-PHK per Desember 2020.

Jumlah pegawai restoran terus dikurangi hingga kini sangat terbatas. Restoran yang biasa mempekerjakan sekitar 30 pegawai kini hanya mempertahankan enam hingga tujuh orang saja.

"Kita sih parah ya keadaannya, sangat sangat parah, sudah kehabisan akal kita. Sekarang sudah enggak bisa PHK lagi karena karyawannya sudah karyawan yang sudah minim sekali," ungkapnya. "Mau di-PHK lagi kan habis."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts