Satgas Sebut Angka Kematian COVID-19 Tembus 1.000 Selama 6 Hari Berturut-turut Tak Dapat Ditoleransi
AFP/Aditya Aji
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejak 16 hingga 21 Juli, jumlah kasus kematian akibat virus corona (COVID-19) harian di Indonesia terus menembus angka 1.000. Satgas Penanganan COVID-19 pun menyoroti hal ini.

WowKeren - Angka kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia meningkat belakangan ini. Bahkan sejak 16 hingga 21 Juli, jumlah kasus kematian COVID-19 harian menembus angka 1.000.

"Angka kematian yang cenderung mengalami peningkatan selama tujuh hari terakhir ini patut dijadikan refleksi kita bersama. Terlebih sudah enam hari berturut-turut kematian kita mencapai angka lebih dari 1.000 setiap harinya," papar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers pada Kamis (22/7).

Wiku lantas menegaskan bahwa tingginya angka kematian COVID-19 sudah tidak dapat ditoleransi. Menurut Wiku, angka kasus positif yang menurun dan kasus kesehatan yang meningkat juga harus diikuti oleh kasus kematian yang menurun.

"Ini tidak dapat ditoleransi lagi karena ini bukan sekadar angka. Di dalamnya ada keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang tercinta yang pergi meninggalkan kita," jelas Wiku.


Selain itu, Wiku juga mengungkapkan bahwa kini zonasi tingkat risiko kabupaten/kota saat ini menunjukkan perkembangan ke arah yang kurang baik. Jumlah wilayah yang masuk dalam risiko tinggi COVID-19 alias zona merah kini mencapai 180 kabupaten/kota. Ini merupakan angka tertinggi selama pandemi COVID- 19.

"Adapun zonasi ini didominasi kabupaten/kota dari provinsi Jawa Timur, sebanyak 33 kabupaten/kota. Jawa Tengah 29 kabupaten/kota, dan Jawa Barat 21 kabupaten/kota," papar Wiku.

Oleh sebab itu, Wiku berpesan agar masyarakat bergotong royong meningkatkan testing dan menurunkan angka kematian sebelum PPKM Level 4 dibuka secara bertahap. Aspek yang telah menunjukkan perbaikan seperti angka kesembuhan dan kasus positif juga perlu dipertahankan sehingga wilayah yang masuk zona merah dapat membaik.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa capaian target testing COVID-19 bergantung pada upaya dan strategi masing-masing Pemerintah Daerah (Pemda). Kemenkes mencatat masih banyak daerah yang tidak memenuhi target dari pemerintah pusat.

Siti Nadia Tarmizi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes menjelaskan bahwa pemerintah pusat sejauh ini selalu memberikan arahan kepada pemda melalui rapat koordinasi yang rutin diadakan tiap pekan. Dengan begitu, menurutnya, Pemda seharusnya juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi atas tes COVID-19 kepada warganya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts