Pembukaan Olimpiade Dihadiri Belasan Pejabat Asing, Kasus COVID-19 Tokyo Tertinggi Dalam 6 Bulan
Dunia
Kontroversi Olimpiade Tokyo

Sekitar 15 pemimpin negara dan organisasi internasional akan hadir di Stadion Nasional untuk mengikuti Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo pada Jumat (23/7) sore ini.

WowKeren - Setelah diundur selama satu tahun akibat pandemi COVID- 19, Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo akan digelar pada Jumat (23/7) sore ini. Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah memulai rangkaian pertemuan diplomasi dengan para pejabat asing yang akan menghadiri Upacara Pembukaan sejak Kamis (22/7) kemarin.

Beberapa tokoh yang ditemui PM Suga adalah Ibu Negara Amerika Serikat Jill Biden hingga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sekitar 15 pemimpin negara dan organisasi internasional akan hadir di Stadion Nasional untuk mengikuti Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo ini.

Adapun 15 tokoh pemimpin dunia yang menghadiri Upacara Pembukaan Olimpiade tahun ini jauh lebih sedikit dibanding Olimpiade Rio de Janeiro pada tahun 2016 lalu yang dihadiri 40 tokoh. Sedangkan pada Olimpiade London 2012, tercatat ada 80 pemimpin negara dan organisasi internasional yang menghadiri Upacara Pembukaan.

Menurut pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang, varian baru COVID-19 yang lebih menular membuat banyak pejabat asing membatalkan kehadiran mereka di Upacara Pembukaan Olimpiade Tokyo. Adapun PM Suga sendiri menerima mereka yang sudah datang ke Jepang di Istana Akasaka.

PM Suga dan istrinya, Mariko, sempat makan malam bersama Jill Biden yang memimpin delegasi Olimpiade AS. Jill Biden sendiri turut dijadwalkan bertemu Kaisar Naruhito dan tamu lainnya di Istana Kekaisaran pada Jumat hari ini.


Selain itu, PM Suga juga sudah mengadakan pembicaraan terpisah dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus dan Perdana Menteri Mongolia Luvsannamsrai Oyun-Erdene. Menurut Kemenlu Jepang, Tedros menyambut baik keputusan untuk melanjutkan Olimpiade Tokyo dan memuji upaya negara tersebut dalam mencegah infeksi COVID- 19.

Sementara itu, Kaisar Naruhito juga telah menemui Kepala Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach di Istana Kekaisaran pada Kamis kemarin. Kepada Bach, Sang Kaisar menyatakan tidak mudah untuk mengadakan pertandingan sambil mengambil tindakan penuh terhadap COVID-19.

"Dalam keadaan seperti itu (pandemi), mengelola pertandingan dan pada saat yang sama mengambil semua tindakan yang mungkin untuk melawan COVID-19, adalah tugas yang jauh dari mudah," ujar Kaisar Naruhito dalam bahasa Inggris. "Saya ingin memberikan penghargaan kepada semua orang yang telah terlibat dalam pengelolaan pertandingan atas upaya mereka di berbagai tempat."

Bersamaan dengan pertemuan diplomasi para pejabat asing tersebut, Tokyo justru mencatat 1.979 kasus COVID-19 baru pada Kamis kemarin. Dengan demikian, Tokyo mencatat kasus COVID-19 harian tertinggi dalam enam bulan, satu hari sebelum Olimpiade Tokyo dimulai.

Jumlah infeksi baru di Tokyo diperkirakan akan terus meningkat dan dapat melampaui rekor 2.520 yang tercatat pada 7 Januari 2021 lalu. Shigeru Omi, yang mengepalai panel ahli pemerintah untuk pandemi COVID-19, baru-baru ini memperkirakan bahwa angka akan mencapai hampir 3.000 pada minggu pertama Agustus

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts