Wanita Korban Pemukulan Satpol PP Gowa Dipolisikan Karena Diduga Hamil Bohongan
Pexels/nappy
Nasional

Pasangan suami-istri yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP Gowa tersebut justru balik dipolisikan atas tuduhan menyebarkan berita bohong soal kehamilan.

WowKeren - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh seorang oknum Satpol PP terhadap wanita yang diduga hamil di Gowa, Sulawesi Selatan, berujung panjang. Suami wanita tersebut, Ivan, sempat mengaku istrinya tengah hamil sembilan bulan dan mengalami kontraksi akibat dipukul oleh oknum Satpol PP tersebut.

Akibatnya, oknum tersebut dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris Satpol PP Gowa dan ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan. Belakangan, pasangan suami-istri yang menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP tersebut justru balik dipolisikan atas tuduhan menyebarkan berita bohong soal kehamilan.

"Iya, betul. Pengaduan ya, dia melakukan pengaduan," papar Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan kepada detikcom, Jumat (23/7). Adapun pihak pelapor adalah ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulsel.

"Pengaduan tentang berita bohong. Jadi ini kan kita baru terima laporan, nanti kita lihat tindak lanjut Reskrim (Reserse Kriminal) bagaimana," kata Mangatas. "Benar memang ada dari Brigade Muslim Indonesia mengadukan terkait postingan pemilik kafe, tentang kehamilan."


Terkait pelaporan ini, Ashari Setiawan selaku kuasa hukum pasutri korban pemukulan tersebut angkat bicara. Menurut Ashari, laporan ormas BMI Sulsel tersebut merupakan hak pelapor.

"Sekarang kan dia haknya melapor. Melapor orang-orang itu, Brigade Muslim (Indonesia). Enggak ada masalah itu," tutur Ashari. "Cuma kan perlu dilihat pembuktiannya seperti apa."

Namun Ashari menjelaskan bahwa perbuatan kliennya dilakukan demi keselamatan dari ancaman pemukulan. Hal tersebut juga turut diatur dalam Pasal 49 KUHPidana.

"Jadi begini, saya tanggapannya itu dia kan bisa berbohong untuk menyelamatkan istrinya dari penganiayaan Satpol," jelasnya. "Pasal 49 bisa kita lihat, semua orang baik hartanya bisa diselamatkan semua untuk menyelamatkan jiwanya. Sebenarnya ini kan dalam rumahnya didatangi orang."

Adapun Ashari sendiri mengaku akan segera mempelajari laporan ormas BMI Sulsel terhadap kliennya. "Jadi kami pelajari dulu, kami siap berhadapan," pungkasnya.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts