ITAGI Ungkap COVID-19 Berpotensi Jadi Endemi Seperti Flu: Kematian Harus Diturunkan Dulu
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kematian akibat COVID-19 di Indonesia belakangan justru meningkat. Diketahui, kasus kematian akibat COVID- 19 harian Indonesia menembus angka 1.000 selama enam hari berturut-turut.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) telah melanda Indonesia selama sekitar 1,5 tahun terakhir. Indonesia Technical Advistory Group on Immunization (ITAGI) lantas menilai bahwa COVID-19 berpotensi berubah menjadi endemi.

Sebagai informasi, endemi adalah penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat. Contoh endemi yang kerap terjadi di Indonesia adalah malaria hingga cacar.

"Memang kelihatannya ke arah sana (jadi endemi). Jadi ya nanti kayak flu gitu," tutur Ketua ITAGI, Prof Sri Rezeki Hadinegoro, kepada Kumparan, Kamis (22/7). "Flu itu kan ada terus dan itu imunisasinya harus ada tiap tahun."

Meski tidak menutup kemungkinan COVID-19 berubah menjadi endemi, Sri menegaskan virus tersebut tetap harus dibuat tidak mematikan. "Tapi yang penting itu tidak ganas, tidak mematikan, itu yang penting. Tidak menularnya hebat karena kita sudah punya imun. Ini yang kita usahakan," papar Sri.


Menurutnya, kematian akibat COVID-19 di Indonesia harus ditangani dengan serius karena masih tinggi. Diketahui, kasus kematian akibat COVID- 19 harian Indonesia menembus angka 1.000 selama enam hari berturut-turut.

"Karena yang harus diturunkan itu kematian dulu, itu yang tinggi," pungkasnya. "Penyakit kalau masih menimbulkan kematian berarti masih hebat, harus ditanggulangi dengan baik."

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga pernah mengungkapkan potensi COVID-19 menjadi endemi di wilayah Ibu Kota. Diketahui, DKI Jakarta merupakan salah satu wilayah yang terdampak COVID-19 paling parah selama pandemi ini.

Menurut Direktur Kedaruratan Kesehatan WHO Dr Michael Ryan, bila penyakit menjadi sebuah endemi maka bisa jadi virus penyebabnya tidak pernah pergi dari kehidupan manusia. Oleh sebab itu, bila COVID-19 menjadi endemi di DKI Jakarta, Anies memastikan penanganannya nanti akan berbeda.

"Bila itu terjadi maka strategi penanganannya pun akan beda dengan ini saat ini status masih pandemi. Dan kita berharap rumusan kebijakan akan kita bisa susun berdasar temuan-temuan di survei ini," ujar Anies beberapa waktu lalu.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts