Viral Pria Di Sumut Dikeroyok Warga Karena Positif COVID-19, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang pria asal Toba, Sumatera Utara (Sumut), diketahui menjadi korban pengeroyokan lantaran dinyatakan positif COVID-19. Hal ini terlihat dari sebuah video yang viral di sosial media.

WowKeren - Dunia maya kembali digegerkan dengan kejadian yang tak terduga dan seharusnya tidak terjadi. Dalam sebuah video yang viral di sosial media, menunjukkan seorang pria dikeroyok oleh warga hanya gara-gara positif COVID-19.

Adapun kejadian tersebut berlangsung di Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen. Korban dalam video itu diketahui bernama Salamat Sianipar usia kurang lebih 45 tahun.

Dalam video itu, korban dipukuli menggunakan kayu. Tak hanya itu, korban juga diikat dan diseret-seret hingga tersungkur. Sedangkan beberapa orang lainnya yang berada di lokasi, hanya menontonnya saja.

Pemilik akun Instagram @jhosua_lubis, yang tak lain merupakan keponakan dari korban pun meminta pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memperlakukan pasien COVID-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri. "Perlu adanya edukasi dari pemerintah untuk masyarakat tentang Covid-19," tulisnya di Instagram, Sabtu (24/7).


Jhosua pun lantas menceritakan kronologi kejadiannya. Awal mulanya, korban dinyatakan positif COVID-19, dan diminta dokter untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Setibanya di rumah, warga telah menolak kehadiran korban. Setelah itu, korban kembali ke rumahnya, namun warga tetap tidak bisa menerima dan akhirnya mengkeroyoknya.

Jhosua menyebut bahwa apa yang terjadi kepada omnya itu merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Ia berharap, pemerintah beserta penegak hukum bisa mengusut dan memberikan keadilan bagi korban.

"Kami berharap Keadilan Ditegakkan Setegak-tegaknya Kepada Presiden & Wakil Presiden , Pemerintah & Aparatur Negara untuk menindaklanjuti Kejadian ini," lanjutnya. "Hukum Indonesia juga tegas melarang penyiksaan."

Terkait kejadian itu, Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya belum memberikan keterangan. Sementara itu, Kepala Sub Bagian Humas Polres Toba Iptu B Samosir juga mengaku belum menerima laporan akan kasus tersebut.

Di sisi lain, Juru Bicara Satgas COVID-19 Toba Lalo Hartono Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya telah menerima kabar pengeroyokan tersebut. Akan tetapi, ia belum menerima keterangan kronologi lengkapnya. "Saya harus ke lapangan, kami harus cek kebenarannya bagaimana kronologis," terang Lalo.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts