Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Terdengar Dentuman Hingga Lontaran Material Pijar Bakar Hutan
Twitter/PVMBG_
Nasional

Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakiang, mengungkapkan erupsi terjadi dua kali pada Rabu (28/7) hari ini, yakni pada pukul 00.24 Wita dan 07.22 Wita.

WowKeren - Gunung Ile Lewolotok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan kembali mengalami erupsi pada Rabu (28/7) dini hari tadi. Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Arakiang, mengungkapkan erupsi terjadi dua kali, yakni pada pukul 00.24 Wita dan 07.22 Wita.

"Iya benar ada dua kali erupsi," ujarnya kepada CNN Indonesia.

Gunung tersebut juga melontarkan material pijar dan bahkan membakar kawasan hutan di selatan serta barat daya gunung tersebut. Pada erupsi pertama, tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung dan asap hitam pekat tebal mengarah ke barat.

Selain itu, gunung tersebut juga melontarkan material pijar sejauh 700-800 meter ke arah selatan dan barat daya yang membuat hutan di sekitarnya terbakar. Stanislaus mengungkapkan bahwa erupsi pertama tersebut disertai dengan dentuman yang sangat besar.

"Seismogram mencatat pada letusan pertama dengan amplitudo maksimum 45 milimeter dan durasi 49 detik," paparnya.


Kemudian pada erupsi kedua, tinggi kolom abu dilaporkan mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak dan menuju ke arah barat. Lontaran material pijar dilaporkan menuju ke arah tenggara sejauh 1.000 meter.

Hingga pukul 11.00 Wita, kebakaran hutan di sekitar puncak gunung juga masih terjadi. Stanislaus pun meminta agar warga tetap tenang dan tak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

"Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan," papar Stanislaus melansir Liputan6.com.

Selain itu, Stanislaus juga meminta agar seluruh pihak menjaga kondusivitas di Lembata dengan tak menyebar hoaks. Masyarakat juga diminta tak terpancing isu terkait erupsi Gunung Ile Lewotolok dari sumber yang tidak jelas.

Sebagai informasi, Gunung Ile Lewotolok sendiri telah beberapa kali mengalami erupsi sejak 29 November 2020. Saat ini, gunung berapi tersebut berada di Level III atau Siaga.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts